Kematian Covid-19 di Indonesia Dekati 600 Orang, IDI Sebut 1.000 Lebih ? Ini Alasannya
Covid-19

NASIONAL, mediakita.co–Data yang dirangkum pemerintah mencatat, total angka kematian akibat virus corona Covid-19 mencapai 590 orang. Meski demikian, tambahan pasien meninggal pada hari ini tercatat terendah sejak 5 April, yaitu sebanyak 8 orang.

Sebelum ini, jumlah pasien meninggal dunia akibat corona tercatat puluhan orang setiap harinya. Angka kematian sempat menembus jumlah 60 orang perhari pada 14 April.

“Pasien yang meninggal delapan orang sehingga jumlahnya 590 orang,” kata juru bicara pemerintah terkait penanganan virus corona Covid-19 Achmad Yurianto di Jakarta, Senin (20/4).\

Sementara, jumlah kasus positif hari ini tercatat telah mencapai 6.760 orang. Jumlah tertinggi masih berada di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta dengan 3.097 kasus. Jumlah pasien sembuh menunjukan penambahan angka menjadi 747 orang.

“Secara detail kami tambahkan bahwa kasus positif yang kami dapatkan hari ini sebanyak 185 orang, sehingga total menjadi 6.760 orang,” kata Yuri.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkap data berbeda data kematian akibat corona virus (Covid-19) di Indpnesia. IDI menyebut data kematian akibat virus ini ebih dari 1.000 orang.

BACA JUGA :  OJK: Nasabah Tidak Perlu Khawatir Terkait Kondisi Bank

IDI berpendapat, jumlah data yang dilansir pemerintah belum mengungkap jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia. Padahal, ada bukti beberapa beberapa pasien PDP dinyatakan positif setelah meninggal.

Menurut IDI, angka kematian mencapai 1.000 orang karena menghitung secara akumulasi dari kasus positif dan PDP Corona.

“PDP yang meninggal belum masuk dalam laporan kematian. PDP yang meninggal oleh rumah sakit dilaporkan juga sebagai kematian perawatan COVID-19, dimakamkan sesuai prosedur COVID. Hasil pemeriksaan belum keluar bahkan belum sempat diperiksa,” kata Ketua Umum IDI, Daeng M Faqih kepada wartawan, Sabtu (18/04/2020).