Kisah Inspiratif Turmudi, Pelukis Kidal dari Pemalang

PEMALANG, mediakita.co –Akibat kecelakaan pada tahun 2000, tangan kanan turmudi sulit digerakkan. Sebagai Pelukis, keberadaan tangan yang utuh amatlah penting, awalnya ia merasa depresi atas nasibya, namun ia tak patah semangat dengan tetap melukis, meski harus menggunakan tangan kirinya.

Imam Turmudi atau biasa dipanggil Turmudi, adalah Pelukis kelahiran Pemalang 28 Juli 1976. Kemampuan melukisnya ia warisi dari kakeknya, sejak kanak kanak ia sering tampil sebagai juara. Saat remaja, ia masuk STM di jurusan Teknik Bangunan di Pekalongan. Saat STM ia sering menjual lukisan potret wajah dengan harga 15 ribu. “malah itu berlanjut sampai kuliah,” ungkapnya pada mediakita.co.

ajibpol

Namun mimpi buruk Turmudi dimulai selepas lulus Akademi Teknik Perkapalan Veteran Semarang. Berniat mendaftar perusahaan galangan kapal Tegal, kecelakaan menimpanya di Perjalaan. Turmudi menceritakan,  Sepeda motor yang ia tumpangi menyalip sebuah truk, namun tiba tiba tersenggol sama motor dari arah yang barlawanan.”setelah itu nda inget lagi kronologi kejadiannya.” Ujarnya pada Senin (08/02)

Setelah sadar tengah berbaring di Rumah Sakit, Turmudi amat terpukul sebab tangan kananya tidak bisa digerakkan. Hampir setahun lamanya ia larut dalam kesedihan, karena bingung harus berbuat apa. Turmudi sering termenung akan nasibnya.“sampai saya ditampar bapak” Kenang Anak pertama dari tiga bersaudara.

BACA JUGA :  Gerindra Pemalang Adakan Vaksinasi Covid-19

Turmudi mengungkapkan bahwa tamparan bapaknya itu yang membuatnya bangkit setelah lama merenung, Ia mencoba belajar elektronika, dari situ ia meraup rezeki dengan menjual ampli.

Turmudi mencoba melukis kembali,  kira kira tiga tahun pasca kecelakaan. Ia tetap semangat, meski harus menggunakan tangan kiri. Turmudi memandang, bahwa Dorongan keluarganyalah yang membuat ia bangkit, terutama sang ayah.” Butuh lima tahun untuk bangkit secara mental”. (Ikhrom/fZ)