JAKARTA, mediakita.co- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar kegiatan ‘Ngobrol Bareng Legislator’ secara daring, Senin (8/12/2025).
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yang salah satunya adalah anggota DPR.
Narasumber dari DPR adalah Ruth Naomi Rambukambu Anggota Komisi I.
Menurutnya, budaya digital dan etika bermedia merupakan fondasi penting dalam kehidupan masyarakat modern.
“Bahwa budaya mencerminkan cara seseorang bersosialisasi, berperilaku, serta menghormati privasi orang lain,” kata dia.
“arena itu, etika digital harus menjadi pedoman dalam setiap interaksi agar ruang digital tetap aman, sehat, dan saling menghargai,” imbuhnya.
Selanjutnya narasumber bernama Syariful menyampaikan budaya digital dari sudut pandang akademisi.
Pria yang menjadi dosen di Universitas Bina Insani Bekasi, berpandangan jika budaya digital berpengaruh kuat terhadap identitas diri, emosi, dan hubungan sosial.
Dirinya juga mengingatkan pentingnya menjaga rekam jejak digital.
Terakhir, E. Rizky Wulandari, Pakar teknologi informasi dan komunikasi sekaligus dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya mengemukakan konsep budaya digital.
Konsep itu bernama Budaya Digital Masyarakat Indonesia: “Dari Scroll ke Control.”
Bahwa budaya digital dibentuk dari kebiasaan sehari-hari dalam bermedia.
Banyak pengguna masih bersikap reaktif yaitu mudah terpancing emosi, cepat berkomentar, dan mudah membagikan informasi tanpa verifikasi.
Tidak hanya itu, perlu juga toleransi, empati, kesopanan, serta kemampuan mengontrol emosi sebelum merespons.
Melalui konsep “Dari Scroll ke Control”, ia mengajak masyarakat untuk bermedia secara lebih sadar, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebaikan bersama.
Ketiga pemateri sepakat bahwa dunia digital memberikan peluang yang luas bagi masyarakat, namun tetap membutuhkan etika, literasi digital yang matang, serta pengendalian diri agar ruang digital dapat menjadi lingkungan yang produktif, aman, dan bermanfaat bagi semua.
Oleh: Arief Syaefudin











