Pangdam Jaya Bertindak, DKI Jakarta Mulai Bersih Dari Spanduk Rizieq Shihab

NASIONAL, mediakita.co – Mayjen Dudung Abdurahman, selaku Pangdam Jaya memerintahkan pasukannya untuk terlibat dalam pencopotan spanduk dan baliho bergambarkan Rizieq Shihab dan kelompok Front Pembela Islam (FPI). Aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan Pangdam Jaya dengan adanya tokoh agama berucap yang kurang pantas di hadapan publik. Ia meyakini bahwa seorang ulama seharusnya menyampaikan hal yang baik.

Dalam keterangan yang disampaikan d Monas, pada Jumat 20/11/2020, Dudung menyampaiikan, “Terima kasih hujatan HRS kepada pada TNI maupun Polri kalau katanya sebagai imam besar, kalau dibilang sebagai kiai atau habib, karena habib atau kiai itu selalu hatinya baik, pikirannya baik, ucapan baik dan tindakan juga baik, jadi kalau ucapannya tidak baik bukan habib atau kiai namanya itu,” katanya.

Kebaikan Kepada Seluruh Semesta Alam

Lebih lanjut dalam keteranganya, Dudung mengatakan bahwa sebagai umat muslim dirinya tahu bahwa Islam mengajarkan kebaikan kepada seluruh semesta alam. Termasuk dalam hal menjaga perkataan. “Saya ini orang Islam, saya orang muslim mengajarkan selalu islam itu agama yang rahmatan lil alamin agama yang mengajarkan tentang kasih sayang, untuk seluruh alam semesta bukan hanya manusia saja,” katanya.

BACA JUGA :  Melonjak 1.241 orang, Total 34.316 orang, Tertinggi Sepanjang Pandemi, Ini Update Data 4 Provinsi Tertinggi

Pernyataan Dudung tersebut merespons apa yang dikatakan Rizieq Shihab menyinggung TNI saat Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat pekan lalu.

Pencopotan Spanduk Rizieq Shihab

Spanduk dan baliho bergambar Rizieq Shihab dicopot, dan menjadikan beberapa titik lokasi menjadi lebih bersih. Pencopotan baliho dan spanduk tersebut sesungguhnya telah berkali-kali dilakukan oleh Satpol PP karena melanggar regulasi di Provinsi Jakarta, termasuk dalam hal ini soal pajak reklame.

“Ada baju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya. Beberapa kali Satpol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Siapapun di republik ini, siapapun. Ini negara adalah negara hukum. Kalau mau memasang baliho pasti juga ada aturannya, ada bayar pajaknya dan tempatnya sudah ditentukan. Jadi jangan seenaknya sendiri, seolah paling bener,” demikian terang Dudung.

Proses pencopotan spanduk dan baliho terus dilakukan, bukan hanya dilayah DKI tetapi juga di sekitar Jabodetabek.

Penulis : Harshan/mediakita.co