Polisi Akan Jemput Paksa Bendahara Saracen

Mediakita.co, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berencana menjemput paksa bendahara Saracen Mirda alias Retno untuk diperiksa sebagai saksi atas kasus kelompok penebar kebencian.

“Secepatnya dipanggil lagi sesuai prosedur lah. Kalau memang harus dijemput ya dijemput. Kalau dipanggil dua kali tidak hadir ada surat perintah membawa,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Setyo pun meminta kepada Retno untuk kooperatif apabila dipanggil penyidik. Apabila tidak hadir, sambung dia, harus memberikan alasan yang masuk akal sehingga penyidik bisa menjadwalkan ulang panggilan tersebut.

“Saya imbau, sebenarnya sebagai masyarakat yang taat hukum kalau dipanggil sekali kalaupun tidak hadir beri alasan yang jelas dan segera memberi tahu kami, kapan siap kapan berikan keterangan. Kalau dua kali tidak hadir artinya ada upaya untuk paling tidak tidak kooperatif,” ucap Setyo.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri menjadwalkan pemeriksaan Bendahara Saracen Mirda alias Retno pada pekan depan, Senin 2 Oktober 2017 lalu.

BACA JUGA :  Kapolres Cup, Pertandingan Sepak Bola Dalam Rangka HUT Bhayangkara

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, penjadwalan pemeriksaan Retno merupakan yang kedua, setelah yang bersangkutan mangkir dari panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan penyidik pada Rabu 27 September 2017 lalu.

“Soal Saracen yang akan diperiksa minggu depan, Retno (selaku) bendahara. Dipanggil kemarin tidak darang, akan dipanggil lagi Senin depan,” ujar Martinus dalam keterangan tertulisnya, Kamis 28 September 2017 lalu.

Sumber Berita

قالب وردپرس