Presiden: Jangan Ada yang Geser – Geser! Konflik Wamena Bukanlah Konflik Etnis tetapi Murni Perbuatan Kelompok Kriminal Bersenjata
Konflik Wamena (Sumber Foto: kontra.com)

Jakarta, mediakita.co. Konflik yang melanda Wamena Papua telah menelan 33 orang meninggal dunia, ribuan orang mengungsi dan ratusan lainnya kehilangan tempat tinggal. Ribuan orang telah memilih meninggalkan Kota Wamena.

Ada yang menilai dan menggiring bahwa kerusuhan Wamena adalah konflik etnis dan genosida. Baca https://mediakita.co/gara-gara-kata-genocyda-akun-twitter-politisi-senior-pks-hidayat-nurwahid-dikepung-netizen/,

Namun Presiden Jokowi mengatakan bahwa konflik Wamena bukanlah konflik etnis tetapi murni perbuatan Kelompok Kriminal Seperatis Bersenjata (KKBS). Hal ini disampaikan Presiden Jokowi kepada wartawan di Jakarta (30/09/2019).

‘Jangan ada yang menggeser – geser peristiwa ini kayak sebuah konflik etnis, bukan ini adalah kelompok kriminal bersenjata, yang dari atas, dari gunung turun ke bawah dan melakukan pembakaran rumah warga’ ungkap Jokowi

ajibpol

Presiden juga mengungkapkan duka dan belasungkawa yang mendalam serta menyampaikan bahwa polisi telah menangkap beberapa tersangka yang melakukan pembakaran dan pembunuhan di Wamena. Karena itu masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan menghindari provokasi di media sosial.

‘Pertama saya ingin mengucapkan duka yang mendalam dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya korban di Wamena. 33 orang telah meninggal di sana tetapi yang perlu saya sampaikan bahwa aparat keamanan telah bekerja keras untuk melindungi semua warga menangkap beberapa tersangka yang melakukan pembakaran dan pembunuhan di Wamena. Saya menghimbau agar masyarakat dan tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi isu – isu di media sosial’, kata Presiden Jokowi

BACA JUGA :  Bersaksi di Sidang, Gubernur Bengkulu Mengelak Tudingan Korupsi

Di tempat yang berbeda Kapolda Papua yang baru Irjen Pol. Paulus Waterpauw mengatakan bahwa dibutukan kerja sama  dan sirgenitas semua pihak untuk menjaga keamanan dan menyelesaikan konflik di Wamena.

‘Kita sangat membutuhkan sirgenitas bersama, karena kemampuan kita sangat terbatas, kemudian situasinya seperti itu maka diperlukan bantuan yang sangat dari semua pihak terutama para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan terutama pemerintah daerah baik pemerintah provinsi maupun kabupaten’ kata Waterpauw seusai dilantik Kapolri jadi Kapolda Papua yang baru di Jakarta (30/09/2019).

Sudah dua pekan gelombang pengungsi korban kerusuhan Wamena mengalir dari Wamena. Ada yang masih di tamping di tempat – tempat penampungan di Jayapura dan sebagian memilih pulang ke kampung halaman mereka di berbagai tempat di Indonesia seperti Sulawesi, Jawa,  Sumatera, dll. Beberapa kepala daerah turut membantu mengevakuasi warganya keluar dari Bumi Cenderawasih yang sedang bergolak itu.

 

Penulis: Piter Randan B/mediakita.co