Resesi Ekonomi: Antisipasi Model Jokowi
Resesi Ekonomi: Antisipasi Model Jokowi

NASIONAL, mediakita.co- Presiden Jokowi menyelenggarakan Rapat Terbatas (Ratas) yang dihadiri Menteri serta gubernur bertempat di Istana Kepresidenan, Bogor. Presiden memberikan arahan terkait antisipasi resesi ekonomi agar Indonesia tidak merasakan jurang resesi seperti yang melanda negara lainnya, Selasa (01/9/2020).

Bulan September ini merupakan kesempatan terakhir bagi Indonesia jika tidak ingin masuk ke dalam jurang resesi, jika ekonomi domestik minus pada bulan ini, maka dipastikan Indonesia akan mengalami resesi. Hal tersebut seperti disampaikan Presiden, “Kuartal ketiga, yang kita masih punya waktu satu bulan yaitu Juli, Agustus, September. Di September ini kita masih ada kesempatan. Kalau kita masih berada pada posisi minus artinya kita masuk resesi,” tegasnya

Pembelanjaan Daerah

Untuk mengantisipasi resesi,Presiden Jokowi menyarankan kepada seluruh Kepala Daerah untuk mempercepat pembelanjaan daerah sebagai penopang agar Indonesia tidak masuk jurang resesi. “Percepat belanja barang, belanja modal, belanja bantuan sosial betul-betul disegerakan sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan meningkatkan ekonomi di daerah,” jelas Presiden.

Senada dengan masukan Presiden, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di kantor Pemprov Jateng, Senin (31/08/20) mendorong aksi beli produk dalam negeri sebagai pemenuh kebutuhan di masa pandemi ini. Dalam mendorong aksi tersebut, Ganjar Pranowo manyampaikan, “Kalau sudah tahu kebutuhan dalam negeri apa saja, yuk kita buat, kita produksi sendiri, kemudian kita jual, kita penuhi kebutuhan dalam negeri sendiri. Mudah-mudahan nanti kita bisa melalui kesulitan ekonomi ini dengan baik,” tegasnya.

BACA JUGA :  Bertambah 1.673 orang, Total 143.043 Orang : Tingkat Kesembuhan Pasien Covid di Indonesia 67,32%

Resesi Ekonomi Di Depan Mata

Menkopolhukam Mahfud MD akhir bulan Agustus lalu menyatakan bahwa Indonesia akan masuk ke jurang resesi ekonomi. Namun resesi tersebut menurutnya tidak akan menjadikan krisis ekomoni. “Kehidupan ekonomi turun terus. Bulan depan hampir dapat dipastikan 99,9 persen akan terjadi resesi ekonomi di Indonesia,” demikian Mahfud.

Ia menambahkan agar masyarakat tidak perlu khawatir mengingat resesi ini bukan krisis ekonomi. “Resesi itu teknis, sebenarnya, tidak berbahaya, aman. Karena resesi itu artinya pertumbuhan ekonomi itu minus atau di bawah 1 selama 2 kuartal berturut-turut,” jelasnya.