Serem!!! Supir Ambulance Tersesat di Hutan Karet Pemalang, Begini Ceritanya!

MISTERI, mediakita.co Seorang sopir pembawa jenazah membagikan pengalaman anehnya saat ia mau mengantarkan jenazah dari Tangerang ke Pemalang.

Momen tersebut berbagi cerita lewat kanal YouTube RJL 5 – Fajar Aditya diunggah pada 20 Januari 2022, yang berdurasi 47:22 menit, dan ditonton 2,1 juta kali, mendapatkan komentar 5,3 ribu.

Kisah ini adalah pengalaman pertama Sultan yang bekerja sebagai supir ambulance. Di awal pekerjaannya tersebut dia harus mengantarkan jenazah ke tempat yang belum dia kenal.

Singkat cerita, sesampainya di rumah duka, jenazah sudah di dalam mobil ambulance dan siap untuk diberangkatkan. Suatu hal yang tidak terduga dialami oleh supir ambulance tersebut.

Saat dia memasuki mobil ambulance, dia merasakan ada sebuah tangan yang menepuk punggungnya, namun saat dia menoleh ternyata tidak ada siapa-siapa di mobil ambulance itu selain dia dan jenazah yang akan diantar.

Bacaan Lainnya

Pas saya sudah siap untuk berangkat, itu tiba-tiba ada yang menepuk punggung saya. Saya kira itu orang tua almarhum, namun saat saya menoleh ke belakang ternyata tidak ada siapa-siapa,” terangnya.

Kisah berlanjut saat ambulance yang membawa jenazah berada di jalan tol Jakarta-Cikampek. Menurut pengakuannya saat itu laju ambulance tidak terlalu cepat.

Saat itu ambulance goyang seperti ada masalah pada ban. Dia pun menepikan ambulance untuk melihat masalah pada ban, namun saat diperiksa ternyata semuanya baik-baik saja tidak ada yang kempes sama sekali.

Perjalanan pun dilanjutkan. Saat itu yang ada di dalam ambulance adalah Sultan, kedua orang tua almarhum dan jenazah.

Menurut kisah yang dipaparkan Sultan, dalam perjalanan tiba-tiba tercium bau seperti ada kabel yang terbakar. Saat itu ambulance pun berhenti di salah satu rest area.

Di rest area itu Sultan berusaha mencari permasalahan pada ambulance tersebut, namun ternyata tidak ditemukan. Dia pun memutuskan mendekati keranda jenazah.

“Tolong jangan ganggu saya, saya ini mau mengantar kamu ke rumah, saya disini hanya untuk menolong. Tolong jangan ganggu saya, perjalanan masih jauh,” kata Sultan kepada jenazah.

Singkat cerita perjalanan pun dilanjutkan hingga akhirnya sampai di Pemalang selepas maghrib menurut pemaparan kisah Sultan.

Sesampainya di Pemalang Kota, ambulance masuk ke daerah Randudongkal, saat itu ambulance yang membawa jenazah melewati perkebunan karet dan saat itu ada seorang anak yang memakai pakaian serba hitam menyebrang.

Seketika saja saat itu Sultan langsung menginjak pedal rem. Menurut kisahnya, saat itu hanya dia yang melihat anak tersebut menyebrang, sedangkan ayah almarhum yang duduk di bagian depan tidak melihatnya.

Perjalanan pun dilanjutkan tanpa ada kendala lain hingga akhirnya pukul 19.30 ambulance sampai di lokasi.

Menurut kisah yang disampaikan oleh Sultan, setelah dia beristirahat sejenak dia bermaksud untuk kembali ke Tangerang. Saat itu sudah pukul 23.30 waktu setempat.

Ambulance sudah sampai di perkebunan karet sekitar pukul 00.30 waktu setempat. Jalanan terlihat sepi tanpa ada penerangan sama sekali, namun kondisi jalan saat itu lumayan bagus hingga tidak menemui banyak hambatan.

Sekitar pukul 01.00 lebih menurut pemaparan kisah Sultan, ambulance melewati perkebunan jagung. Kondisi jalanan saat itu sedikit menanjak, dan tiba-tiba saja mobil terhenti.

Sultan pun turun dari ambulance dan mencoba mengecek dengan menggunakan senter hp. Saat itu terdengar seperti ada suara yang mengetuk di bagian pintu belakang ambulance.

Sultan pun mencoba memeriksanya, dan satu hal yang membuat bulu kuduk berdiri terlihat sedang duduk di bagian kursi belakang ambulance dekat keranda.

Menurut kisah yang dipaparkan oleh Sultan, saat itu dia melihat sesosok perempuan berbaju putih sedang mengelus-ngelus rambutnya yang panjang.

“Pas saya mau tutup kembali pintu belakang, saya melihat sesosok cewek berambut panjang menunduk tapi menghadapnya ke depan, dia sedang begini,” kata Sultan sambil menjelaskan posisi tangan penampakan yang sedang mengelus-ngelus rambut.

Saat itu Sultan merasa takut untuk masuk ke ambulance, dia pun akhirnya diam di luar. Selang beberapa menit dia memberanikan diri untuk melihat ke dalam ambulance, ternyata sosok perempuan tadi sudah tidak ada.

Saat itu Ambulance tiba-tiba saja bisa menyala normal. Tidak berpikir panjang perjalanan pun dilanjutkan.

Menurut kisah dari Sultan, dia melakukan perjalanan yang cukup panjang, hingga akhirnya dia melihat sebuah pasar malam di tengah-tengah hutan.

Sultan pun mencoba berhenti untuk bertanya kemana arah pemalang kota. Sultan bertanya kepada salah seorang pedagang, saat itu pedagang perempuan tersebut tidak menjawab dan hanya menunjuk saja.

Menurut pengakuannya, saat itu Sultan merasa ada yang aneh dan segera masuk ke ambulance dan melanjutkan perjalanan.

Menurut pemaparan kisahnya, menjelang pagi ambulance berhasil keluar dari hutan dan menemukan jalan raya Pemalang Kota, namun anehnya ambulance tersebut keluar dari arah sebaliknya. Posisi jalan menuju rumah duka tepat berada di seberangnya.

Singkat cerita, Sultan memaparkan dia bermaksud kembali ke rumah duka untuk beristirahat. Dia pun akhirnya ke rumah duka.

“Kok balik lagi?” Tanya orang tua almarhum.

Sultan pun saat itu menceritakan semua kisah yang dialami semalam. Ternyata menurut orang tua almarhum hal tersebut sudah sering terjadi di sana terutama kepada orang baru, tutupnya. (Tgh/mediakita.co)