Tolakan Keras KBM Lima Hari Kerja
Tolakan Keras KBM Lima Hari Kerja

mediakita.co – Surat Edaran (SE) Gubernur Jateng terkait KBM lima Hari Kerja mendapatkan penolakan keras.  Hal itu dinilai kontraproduktif terhadap kebrlangsungan sekolah sore yang bernafaskan agama Islam.

Hal itu seperti disampaikan Mubalig Tubagus Fahmi, dalam Haul Akbar Ash-Sholeh di Makam Mantepan, Sirandu, Minggu (26/7). “Hal itu merugikan anak-anak usia SLTA yang rutin mengaji di sekolah-sekolah agama,” tandas dia.

Jika hal itu diberlakukan jelas merugikan anak-anak yang belajar dari pukul 14.00 sampai 16.00 seprti di madrasah Diniyah, Ibtidaiyah, wustho dan Aliyah.”Kalau dipaksakan sampai sore, maka dapat dipastikan sekolah-sekolah tersebut akan bubar dengan sendirinya,” tegas dia.

 

BACA JUGA :  Peringati Hari Santri Nasional : Agus Sukoco Tegaskan  Komitmenya Tingkatkan Kualitas Santri dan pesantren