1,9 Persen Masalah Hantui PLTU Batang, PLN Dibantu Penegak Hukum
1,9 Persen Masalah Hantui PLTU Batang, PLN Dibantu Penegak Hukum

Batang, mediakita.co – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan bahwa proses pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di Kabupaten Batang belum sepenuhnya selesai 100 persen.

“Akan tetapi, kami optimistis pembangunan PLTU Batang akan berjalan dengan baik. Saat ini masih tersisa 1,9 persen yang masih bermasalah,” kata Ganjar Pranowo di Batang, Jumat, seprti dikutip dari Antara.

Permasalahan yang masih dihadapi pemerintah dalam proses pembangunan PLTU, adalah pembebasan sisa lahan milik warga di tiga desa, yaitu Ujung Negoro, Karanggeneng, dan Ponowareng.

Ia mengatakan saat ini pemerintah melalui PLN dibantu penegak hukum masih terus menyelesaikan proses yang dihadapi warga di tiga desa itu.

“Kami tidak mau melukai hati masyarakat. Akan tetapi ini proyek pemerintah sehingga warga akan kami beri ganti untung,” katanya.

Meski proses pembebasan sisa lahan milik warga masih berlanjut, kata dia, pemerintah akan mengedepankan musyawarah agar warga menerima untung.

“Kami tetap memberikan kesempatan dan peluang untuk dialog terhadap warga meski pemberlakuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 sudah mulai berjalan,” katanya.

BACA JUGA :  Polri Dihimbau Netral, Jelang Pilkada 2015

Ia mengatakan jika pendekatan dialog terhadap pemilik lahan menemui jalan buntu maka pemerintah akan tegas menggunakan UU Nomor 2 Tahun 2012.

Pembayaran lahan milik warga akan dititipkan kepada pengadilan negeri.