JAKARTA mediakita.co- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemen Komdigi) bekerjasama dengan Komisi I Dewqn Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar kegiatan webinar, Senin (13/4/2026).
Webinar menghadirkan tiga narasumber dengan latarbelakang yang berbeda-beda untuk melahirkan pandangan dari berbagai sudut.
Pada webinar ini mengambil judul, yaitu Pemberantasan Narkoba.
Pandangan dari Anggota Komisi I DPR RI
Narasumber Ruth Naomi Rumkabu, Anggota Komisi I DPR RI, menjelaskan bahwa pemberantasan narkoba jadi prioritas nasional yang harus ditangani secara komprehensif.
Juga penguatan regulasi, penegakan hukum yang tegas serta kebijakan pencegahan yang berkelanjutan.
Disampaikan bahwa peredaran narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga mengancam stabilitas sosial, meningkatkan angka kriminalitas, serta melemahkan ketahanan nasional.
“Oleh karena itu, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan hadirnya kebijakan yang berpihak pada perlindungan generasi muda agar tidak terjerumus narkoba,” jelasnya.
Bahaya Narkoba Menurut Ahli Kesehatan
Daud Nataniel Duwiri, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba berdampak langsung pada kesehatan fisik dan mental.
“Termasuk menyebabkan ketergantungan, gangguan sistem saraf, serta berbagai penyakit serius lainnya,” ungkapnya.
Kata dia, penyalahgunaan narkoba muncul karena faktor lingkungan dan rasa ingin tahu.
Generasi muda juga dinilai tidak memahami bahaya yang timbul akibat penggunaan narkoba.
“Penyalahgunaan narkoba banyak terjadi di kalangan remaja dan usia produktif, yang dipicu oleh rasa ingin tahu, pengaruh lingkungan, serta kurangnya pemahaman terhadap bahayanya,” kata dia.
Ia mendorong harus ada pencegahan lewat lingkungan yang sehat dimulai dari keluarga, sekolah dan tempat sekitar rumah.
Perspektif Ahli
Verdi Yasin, Dosen dan Peneliti Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Jayakarta, menyoroti tentang peredaran narkoba.
Menurutnya, peredaraan narkoba semakin kompleks dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.
“Dengan teknologi berbagai jalur distribusi narkoba jadi sulit terdeteksi,” bebernya.
Pihaknya menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba.
Kesimpulan dari Penyampian Tiga Narasumber
Ketiga narasumber sepakat bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan yang menyeluruh, mencakup aspek preventif, represif, dan rehabilitatif.
Sinergi antar elemen dalam masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam memerangi narkoba demi menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa dalam menjaga masa depan Indonesia.











