Arus Mudik Picu Ledakan dan Sebaran Kasus Corona, Ini Kata Ganjar dan Gubernur Jawa Barat
Arus Mudik Picu Ledakan dan Sebaran Kasus Corona, Ini Kata Ganjar dan Gubernur Jawa Barat

NASIONAL, mediakita.co–Ibarat membendung air dengan keranjang, upaya pemerintah mengkanalisasi sebaran virus corona di Ibu Kota, justru melahirkan tantangan baru di daerah yang jauh lebih kompleks. Terutama, ketika gelombang arus mudik pekerja informal ke kampung halaman tak bisa dihentikan.

Persoalan tersebut mengemuka ketika Gubernur DKI Anies Baswedan mengeluarkan surat seruan agar dunia usaha di wilayahnya menghentikan sementara kegiatannya.

Meskipun Anies saat itu mengimbauan agar masyarakat Jakarta tidak pulang kampung, namun gelombang arus mudik yang berpotensi membawa virus corona baru penyebab covid-19 tak bisa dielakan.

Untuk mersepon efek kebijakan DKI, secara khusus Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo merilis himbauan untuk warganya di Jakarta tidak mudik demi kepentingan kesehatan sanak keluarganya di kampung halaman.

“Saya sarankan untuk tidak usah mudik. Jangan sampai panjenengan mudik panjenengan mudik, kita tidak tahu apakah panjenengan sehat atau tidak. Mudah-mudahan saya doakan kita sehat semua,” kata Gubernur, dalam pesannya kepada masyarakat Jawa Tengah yang dirilis dalam vidio yang di bagikan ke jejaring media sosial.

BACA JUGA :  Provokator Penolakan Jenazah Perawat Di Ungaran Ditangkap Polisi Sementara Ganjar Siapkan Taman Makam Pahlawan Bagi Pejuang Kemanusiaan

Ganjar menegaskan, “Kita ngecek satu persatu. Beberapa yang positif itu juga karena dari luar. Maka mari kita menahan sebentar,” harapnya.

“Biarkan para dokter, perawat, petugas kesehatan merawat mereka yang sakit. Selesai, kita dirumah, maka tidak ada kesempatan virus itu berjalan,” ungkapnya.

Dalam sesi wawancara, CNN TV, Ganjar menyatakan akan bekerja sama dengan Gubernur DKI dan Jawa Barat untuk tekan angka penularan Covid 19

Ganjar melihat sudah ada semangat yang sama, “Maka kita bisa tingkatkan,dititik-titik perbatasan kita bisa bekerjasama untuk melakukan pendekatan hukum untuk melarang”.

“Karena kita sudah sepakat semuanya. Karena ini kondisinya kan memang darurat,” jelasnya.

Senada dengan Ganjar, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk menanggulangi arus mudik dari jakarta.

Kita akan terus menghimbau bersama kepolisian, untuk membuat sosialisasi untuk mengingatkan bahwa potensi makin banyak bepergian akan meninggikan potensi persebaran”.

Seperti diketahui, dampaknya libur kerja di Jakarta tak sedikit warga malah berduyun mudik ke daerah.

BACA JUGA :  Belum Putuskan PSBB, Ganjar Tawarkan Jogo Tonggo, Pemkot Semarang Terapkan Mulai Senin

Dilasir detik.com, Pemerintah Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mencatat  telah kedatangan pemudik sebanyak 923 orang. Seluruh pemudik itu dilaporkan datang dari Jakarta.

“Itu yang terdeteksi petugas, semuanya ada 923 orang dari 18 desa. Perantau dari Jakarta,” kata Camat Bantarkawung, Eko Supriyanto saat dihubungi, Jumat (27/3/2020).

Eko menjelaskan, jumlah pemudik yang pulang ke kampung halaman tersebut merupakan data terakhir pada Jumat (27/3) sore pukul 17.30 WIB. Setiap hari, petugas melaksanakan pemeriksaan pemudik mulai pukul 00.00 hingga 05.00 WIB.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Blora menyebut setidaknya hingga hari Kamis (26/03/2020), setiap malam ada 20 bus membawa pemudik dari Jakarta dan sekitarnya.