Atap Rumahnya Ambruk, Ibu Ini Butuh Bantuan

SALATIGA, mediakita.co,- Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba pagi tadi, Rabu (2/9/2020), sebagian atap rumah yang didiami oleh Dewi Kuswarini, ambruk. Perempuan paruh baya itu, berharap bantuan pihak terkait.

“Kejadiannya sekitar jam 9 pagi tadi. Untung tidak ada korban dari keluarga,” ucap Dewi saat ditemui dikediamannya, Jl. Suropati No. 555, RT 2 RW 5, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Salatiga.

Menurut perempuan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu, dirinya telah menyampaikan musibah yang dialaminya kepada pihak RT dan RW, serta kelurahan.

“Terus terang kami tidak punya biaya untuk memperbaiki atap yang ambruk,” lanjut Dewi.

Pihak kelurahan pun tidak bisa berbuat banyak. Dewi yang pagi ini menyampaikan masalah tersebut kepada aparat kelurahan harus kecewa.

“Ada syarat yang tidak bisa kami penuhi, yakni sertifikat rumah harus atas nama saya, padahal ini rumah orang tua,” jelasnya.

Dihubungi via WhatsApp, Ketua Divisi Hukum Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Jateng Joko Tirtono, SH, menganggap syarat bantuan dengan adanya sertifikat hak milik tersebut mengada-ada.

BACA JUGA :  Trending: Temui Ribuan Demonstran di Depan DPRD Jateng, Ganjar Tuai Pujian dan Dukungan dari Warga Net.

“Aturan itu ada selain untuk mengatur ketertiban masyarakat, juga untuk menyejahterakan. Jika benar ada syarat tersebut, saya sangat menyayangkan. Ada warga yang kena musibah, tapi masih ditanya soal sertifikat. Mengurus balik nama itu butuh biaya dan waktu. Ini masalah kemanusiaan, bukan administrasi,” kata Joko.

Ketua LSM Gerakan Membangun Partisipasi Masyarakat (Gempar) Salatiga Tubari mendesak pihak terkait, terutama pemerintah kota untuk segera membantu keluarga Dewi. (sf/mediakita.co).