Brebes Akan Menerima 2.113 Vaksin Covid-19

BREBES, Mediakita.co,- Kabupaten Brebes pada awal pendistribusian vaksin covid-19 akan menerima sebanyak 2.113. Sebelumnya, vaksin tersebut telah sampai di Semarang, dan akan didistribusikan ke berbagai wilayah yang ada di Jawa Tengah. Bupati menyebut, vaksin COVID-19 diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (Nakes) terlebih dahulu dan selanjutnya untuk masyarakat.

“Vaksin yang datang nggak lama lagi memang tahap awal sebanyak 2.113.  Utamanya nanti prioritas Nakes dulu. Nantinya semua masyarakat diharapkan akan segera mendapatkan vaksin COVID-19 gratis ini,” Ungkap Bupati Idza Priyanti, Selasa (5/1/2021).

Bupati Brebes Idza Priyanti mengaku siap disuntik vaksin COVID-19 pertama di Kabupaten Brebes.

“Kalau memang diperbolehkan menjadi pertama divaksin kenapa tidak? Pak Presiden Jokowi saja bersedia,” kata Idza Priyanti.

Sementara menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupateb Brebes dr. Sartono mengatakan, dari jumlah vaksin Sinovac yang diterima Pemkab Brebes sebanyak 2.113 masih belum mencukupi bagi tenaga kesehatan yang ada di Brebes. Dikarenakan jumlahnya tenaga kesehatan mencapai 6.004 orang.

“Sesuai alokasi dari Pemerintah Pusat (PP) kurang lebih ada 1,4 juta. Untuk tenaga kesehatan (Nakes) di Brebes ada 6.004 orang. Makanya kita tetapkan skala prioritas untuk vaksin yang akan tiba pekan ini,” jelasnya.

BACA JUGA :  Jumlah Nakes Positif Corona 14 Orang, Lebih Banyak Dari Umum, Ini Tanggapan Direktur RSUD Pemalang

Sartono menerangkan, skala prioritas dalam vaksinasi COVID-19 yakni untuk tenaga medis terlebih dahulu. Kemudian, vaksinasi untuk pelayan publik (TNI-Polri), dan tenaga yang melayani kasus COVID-19.

Lanjut sartono, mengungkapkan bahwa sebanyak 900 ribu lebih warga Kabupaten Brebes rentan dan masuk prioritas vaksin Sinovac, sedangkan pelaksanaan vaksin nanti akan dilakukan tim medis di beberapa RS di Brebes. Namun, lokasinya masih belum ditentukan dan sedang dalam tahap pertimbangan.

“Kita terus berupaya berkoordinasi agar vaksin bisa segera dimanfaatkan untuk menekan angka kasus positif COVID-19. Karena, kelompok masyarakat rentan kita, jumlahnya cukup banyak. Ini yang harus menjadi perhatian dan menjadi prioritas vaksinasi,” pungkasnya. (Jun/Don/Mediakita.co).