Catatan Terakhir dari Seorang Didi Kempot, Menjelang Akhir Hayatnya

Bagikan Artikel

TAJUK, mediakita.co– Dalam hidup, kesempatan tidak datang dua kali. Namun tidak demikian bagi Didi Kempot. Ia bahkan seperti hidup kembali dari masa dan karier sebelumnya yang sempat telah tenggelam.

Didi kempot seperti terlahir kembali dengan karyanya dan mematahkan mitos itu dengan kesuksesannya menyulam kesuksesan ke duanya. Tak sebatas itu, kesuksesan ke dua Didi Kempot pada dekade ini ini bahkan terbilang cukup fenomenal dan menjadi masa ke emasan karirnya.

Didi Kempot seolah lahir bukan sekedar sebagai bintang, tapi juga simbol bagi sebuah jaman dimana galau menjadi yang tak terpisahkan bagi semua orang.

Itu mengapa, Didi Kempot menyandang julukan baru. Sebuah gelar yang diberikan oleh situasi jaman karena sejumlah karyanya mampu menjawab keadaan. Barangkali, ini semua terjadi lantaran lirik dan lagu ciptaannya mampu mewakili suasana hati dan ruang-ruang batin orang dijamannya.

Bukan sebuah kebetulan, apalagi tanpa alasan jika Didi Kempot menyandang julukan Godfather of Broken Heart. Sejak saat itu Didi kemudian di panggil dengan “Lord Didi”.

Namun, ditengah masa keemasannya itu, Didi Kempot justru harus menyerah dengan takdirnya. Ia meninggal dunia disaat bumi dan langit seolah menggandrunginya. Ambyar. The Lord of Ambyar, menutup buku seorang Didi Kempot.

BACA JUGA :  VIDEO : Mati Penasaran, Keranda Mayit Itu Terbang ke Rumah Pembunuhnya

Kematian Didi Kempot hingga hari ini masih menyisakan rasa duka mendalam bagi sahabat ambyar, penggermarnya dan juga dunia musik tanah air. Betapa tidak, ketika muram hati luar biasa menyelimuti setiap manusia-Bangsa Indonesia menghadapi pandemi corona, ia tampil sebai sosok publik yang menunjukan simpatinya.

Didi Kempot tercatat 2 kali terlibat dalam sebuah konser penggalangan dana untuk melawan pandemi corona. Pertama Live Konser Amal dari Rumah di Kompas TV dan Bersama Najwa Sihab di Narasi TV.

Pada konser musik @dirumahsaja, nana tampak berjingkrak riang pasca Didi Kempot menyanyikan Kalung Emas, donasi yang bisa dipantau dari tayangan live streaming tembus Rp 9 M.

Sebelumnya, Didi Kempot Didi Kempot juga sempat mencuri perhatian sewaktu mengorbitkan seorang anak penyandang disabilitas bernama Arda. Bocah tuna netra ini diajak masuk dapur rekaman dan menciptakan lagu berjudul Tatu untuk Arda.

Bahkan saat tampil di Live Konser Amal dari Rumah Kompas TV , keduanya tampil bersama. Siapa sangka, penampilan keduanya itu menjadi saat-sat terakhirnya bagi Arda dan Didi Kempot. Saat dimana seorang Lord Didi menunjukan keberpihakan sosialnya kepada penggemar dan dunia.

BACA JUGA :  Glenn Fadly Meninggal Dunia, Apa Sebabnya ?

Didi mengaku, melihat Arda terketuk hatinya. Ia teringat perjuangan hidupnya di masa lalu. Didik merasa sering dibantu oleh orang .

Didi Kempot, telah pergi untuk selama-lamanya. Semua tentang sukses dan masa keemasnnya kini seolah menjadi Ambyar. Ia berpulang disaat karirnya menjulang.

Didi Kempot telah menjawab tentang dirinya, tentang filosofi hidup bagi semua insan di dunia, bahwa pada akhirnya semua akan menjadi ambyar.Semua akan menjadi Ambyar, ketika semua hal yang dimiliki menjadi sesuatu yang tak berguna, ketika Allah telah berkehendak lain, memanggil keharibaannya. Selamanya !

Selamat jalan The Lord of Ambyar, Lord Didi, maestro campur sari Indonesia.

Next Post

Gunung Mendelem (Jimat), Pura Sejarah Pemalang Yang Tersimpan

Kam Mei 7 , 2020
Bagikan ArtikelTAJUK, mediakita.co– Dalam hidup, kesempatan tidak datang dua kali. Namun tidak demikian bagi Didi Kempot. Ia bahkan seperti hidup kembali dari masa dan karier sebelumnya yang sempat telah tenggelam. Didi kempot seperti terlahir kembali dengan karyanya dan mematahkan mitos itu dengan kesuksesannya menyulam kesuksesan ke duanya. Tak sebatas itu, […]