Gelorakan Semangat Nasionalisme Lewat Kaderisasi Nasional KBM
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pukul gong menandai di bukanya kaderisasi nasional Keluarga Besar Marhaenis

SEMARANG, mediakita.co – Keluarga Besar Marhaenis (KBM) gelar kaderisasi tingkat nasional yang diselenggarakan pada 5-7 Agustus 2016 dengan diikuti kader muda dari Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

” Kaderisasi yang diselenggarakan baru dilaksanakan pertama kalinya ini diikuti oleh kader-kader muda marhaenis,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Keluarga Besar Marhaenis Jawa Tengah, Sutjipto.

Ia menjelaskan bahwa pada kegiatan kaderisasi dilakukan pendalaman masalah ideologi kepada peserta, dan membahas masalah perekonomian terutama ekonomi kerakyatan.

” Jika bicara pergerakan maka masa depan organisasi, ideologi itu sekarang di tangan anak-anak muda dan bukan di tangan yang tua-tua,” ujarnya.

Menurutnya, para peserta kaderisasi juga mendengar cerita-cerita sukses dari pelaku usaha kecil, pedagang kaki lima, dan kalangan difabel yang bertujuan untuk memberikan motivasi.

” Sejak Keluarga Besar Marhaenis berdiri pada 1999, visi kami ingin mewujudkan Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” katanya.

Sedangkan Nawacita, katanya, merupakan program pemerintah dan kalau terlaksana maka Indonesia akan semakin kuat, maju, serta modern.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Minta Daerah Miliki Anggaran Kendali Harga

Selain dari kader Keluarga Besar Marhaenis, kegiatan kaderisasi yang dilaksanakan di Gedung Pusdiklat BKK Jalan Supriyadi 37 Semarang itu juga diikuti kader-kader dari organisasi yang memiliki asas yang sama seperti GMNI, PA GMNI, serta organisasi lainnya.

Selain itu, Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah menyampaikan, melalui kaderisasi diharapkan bisa menunjukan kembali, jati diri bangsa dalam memenangkan persaingan global dan sikap membela si miskin atau dalam bahasa kaum Marhaenis membela si Marhaen.

” Melalui kaderisasi harapannya, bisa dijelaskan kepentingan nasional seperti apa dan gempuran global. Bagaimana bisa mengambil titik tengahnya dan memenangkan pertempuran itu,” bebernya.

Tambahnya, dalam artian membutuhkan sumber daya manusia yang bagus, metode yang canggih dan butuh kapital yang kuat. Kapital ini menurutnya termasuk modal-modal yang dibutuhkan, sosial dan kultural,” tambahnya.

Masih dikatakannya, harus ada sikap yang jelas membela yang miskin. Siapa itu yang miskin, petani, nelayan dan pelaku UMKM. Harapan paling utama dari kaderisasi ini, kader Marhaenis harus anti korup.

BACA JUGA :  Hendak Membetulkan Atap Rumah, Nur Kholis Tersengat Listrik

” Bung Karno menangis betul jika anak-anak bangsanya nyopetan, dan berharap kader-kader anak bangsa mempunyai karakter,” harapnya.

Redaksi : mediakita.co