IPM Brebes Tetap Paling Buncit
Kepala Baperlitbangda Brebes Edy Kusmantono memberikan keterangan kepada wartawan

BREBES, Mediakita.co,- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten/kota di Jawa Tengah. Tercacat ada 9 kabupaten/kota yang mengalami penurunan poin, termasuk Kabupaten Brebes. Kabupaten Brebes mengalami penurunan -0,01 poin, yakni dari 66,12 di tahun 2019 menjadi 66,11 di tahun 2020.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbangda) Kabupaten Brebes, Edy Kusmantono mengatakan, penurunan IPM bukan hanya dialami Kabupaten Brebes, namun juga kabupaten/kota yang lain di Jawa Tengah. Penurunan IPM ini yang jatuh di bidang ekonomi karena dampak dari pandemi Covid-19.

“Kalau di bidang pendidikan dan kesehatan Brebes naik. Di bidang ekonomi turun termasuk infrastruktur dan transportasi karena ada recofusing anggaran. Termasuk juga tenaga kerja kami mengalami penurunan,” kata Edy, Kamis (17/12).

Data BPS Provinsi Jawa Tengah, tahun 2020, pencapaian pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota cukup bervariasi. IPM pada level kabupaten/kota berkisar antara 66,11 (Kabupaten Brebes) hingga 83,14 (Kota Salatiga). Artinya, Kabupaten Brebes hingga kini masih menempati urutan IPM terendah atau paling buncit.

BACA JUGA :  Masa Pandemi Covid-19, Odong-odong Makin Digandrungi Masyarakat

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, Umur Harapan Hidup saat lahir berkisar antara 69,33 tahun (Kabupaten Brebes) hingga 77,65 tahun (Kabupaten Sukoharjo). Pada dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah berkisar antara 11,46 tahun (Kabupaten Banjarnegara) hingga 15,52 tahun (Kota Semarang), serta Rata-rata Lama Sekolah berkisar antara 6,21 tahun (Kabupaten Brebes) hingga 10,69 tahun (Kota Surakarta).

Sementara pengeluaran per kapita disesuaikan di tingkat kabupaten/kota berkisar antara 8,46 juta rupiah per tahun (Kabupaten Pemalang) hingga 15,67 juta rupiah per tahun (Kota Salatiga). Selama 2010-2020, terdapat pergeseran jumlah Kabupaten/Kota yang berstatus “tinggi”, dari 7 Kabupaten/Kota pada tahun 2010, menjadi 14 Kabupaten/Kota pada tahun 2020.

Untuk dapat melihat Kemajuan pembangunan manusia pada tahun 2020, dapat dilihat juga dari pergeseran status rata-rata IPM per status. Rata-rata IPM berstatus “sedang'” mengalami peningkatan dari 68,73 di tahun 2019 menjadi 68,69 di tahun 2020. Sayangnya, rata-rata IPM berstatus “tinggi” turun sebesar 0,02 poin dari 73,79 di tahun 2019 menjadi 73,77 di tahun 2020.

BACA JUGA :  Pedagang Sering Kehilangan Barang, Revitalisasi Segera Dilanjutkan

Sementara itu, rata-rata IPM berstatus “sangat tinggi” mengalami peningkatan dari 82,72 di tahun 2019 menjadi 82,80 di tahun 2020. Wilayah tersebut adalah Kota Surakarta, Kota Salatiga, dan Kota Semarang.

Edy Kusmantono menerangkan, di bidang pendidikan dan kesehatan, Kabupaten Brebes sudah mengalami kenaikan. Dengan kembali menempati IPM terendah, Pemkab Brebes akan berupaya mendongkrak di bidang tenaga kerja. Pihaknya akan melayih tenaga kerja Brebes untuk lebih terampil.

“Apalagi Brebes sebagai kawasan industri, tentu membutuhkan tenaga kerja yang terampil. Tenaga kerja Brebes memang kalah bersaing dengan tenaga kerja daerah lain,” pungkasnya. (Jun/Don/Mediakita.co).