Jakarta Terburuk Penanganan Pandemi, Ferdinand: Gubernurnya Tak Bisa Kerja, Banyak Omong dan Sibuk Pencitraan
Anies Baswedan dan Rizieq Shihab (Foto:Hops.ID)

JAKARTA, mediakita.co –  Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono memberikan pemaparan kualitas pengendalian pandemic Covid 19 untuk seluruh provinsi di Indonesia. Dari 34 provinsi yang dipaparkan DKI Jakarta mendapat nilai terendah dengan nilai E.

“Berdasarkan atas rekomendasi yang kami buat matriks tadi, ada beberapa daerah yang masuk kategori D dan ada yang masuk kategori E seperti Jakarta. Tetapi ada juga yang masih di C, artinya bed occupation rate dan pengendalian provinsinya masih baik,” kata Dante saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPR RI disiarkan di akun YouTube DPR RI, Kamis (27/5/2021)

DKI Jakarta disebut memiliki empat transmisi komunitas untuk setiap varian Covid-19, mulai dari B.1.1.7, B.1.351 dan B.1.617.

“Begitu juga kualitas pelayanan atas rekomendasi tersebut, maka kami perlihatkan masih banyak yang kondisi kendali kecuali DKI Jakarta karena kapasitasnya E karena DKI Jakarta BOR sudah mulai meningkat juga kasus tracingnya tidak terlalu baik,” tutur Dante.

Berdasarkan data per tanggal 27 Mei 2021, kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 10.913 orang, bertambah 353 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Pasien meninggal akibat Covid-19 bertambah 21 orang, sehingga tercatat 7.271 orang di Jakarta dinyatakan meninggal dunia akibat infeksi virus corona.

BACA JUGA :  Akhirnya Munarman Eks Sekjen Organisasi Terlarang FPI Ditangkap Polisi

Tren kenaikan kasus Covid-19 usai libur panjang kembali terjadi di Ibu Kota Jakarta. Otoritas mencatat adanya peningkatan kasus aktif sebanyak 38,9 persen, dari 7.293 kasus menjadi 10.133 kasus, hanya dalam waktu satu minggu ke belakang.

Menanggapi buruknya penanganan pandemi covid 19 di Jakarta tersebut dinilai mantan politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean karena Gubernur Anies tak bisa keja, hanya banyak omong dan sibuk membangun pencitraan dibanding bekerja mengurus Jakarta.

‘Jakarta terburuk soal Covid-19? Saya tak kaget dengan nilai E yg diberikan Kemenkes utk Prov DKI Jakarta. Mengapa? Karena Gubernurnya tak bisa kerja, banyak omong dan sibuk urus pencitraan diri drpd urus Jakarta. Makanya dr Jakarta beritanya hanya ttg yg buruk2 dan negatif..!’ tulis Ferdinand di akun twitternya https://twitter.com/FerdinandHaean3.

Tak hanya itu Ferdinand membeberkan berita-berita buruk lainnya termasuk angka kemiskinan yang naik dan kota yang paling berbahaya lingkungannya di dunia. (PRB/mediakita.co)