Kisah Izak Lattu Pasien Kritis dengan Harapan Hidup 20 Persen Sembuh dari Covid 19
Izak Lattu Bersama Bj Habibie

JAWA TENGAH, mediakita.co – Izak Lattu adalah Dosen Fakultas Teologi UKSW Salatiga yang terinfeksi covid 19. Ia adalah orang pertama yang dinyatakan positif Covid 19 dari Kota Salatiga. Ia menjalani perawatan selama 24 hari dengan bantuan ventilator di RSUP Kariadi Semarang.

Dokter  menyatakan dokter bahwa ia hanya memiliki harapan hidup 20 persen namun kini ia bisa bernafas legah karena sudah dinyatakan sembuh dari virus paling mematikan tersebut.

Izak Lattu dosen yang konsentrasi pada isu – isu agama, pluralisme dan perdamaian tersebut pertama kali merasakan gejala covid 19 setelah bulang dari Amerika Februari yang lalu.

‘Saya berangkat ke Amerika sebenarnya untuk sebuah conference saya diundang bicara di Princetone Theological Semminary, lalu pertemuan dengan beberapa frofesor di University of Council… selama di New York saya betul – betul di rumah sebenarnya lalu kemudian hari yang terkakhir itu, saya harus ke gereja, lalu kemudian ke toko tas Meksiko untuk cari tas. Saya nggak tahu apakah di situ saya kena tapi keluarga yang tempat tinggal saya di New York setelah pulang sebenarnya masih cipika cipiki, masih cium pipih kiri, pipi kanan seperti keluarga biasa. Lalu kemudian mereka tidak apa – apa, saya tidak tahu apakah saya di Bandara atau di Toko Meksiko’ tutur pria yang akrab dipanggil Caken tersebut.

BACA JUGA :  Pemuda Jankar Peduli Lingkungan di Dusun Mingkrik Mandiraja Pemalang

Caken menuturkan keberhasilannya sembuh dari covid 19 karena dukungan dan bantuan para tenaga medis di RSUP Kariadi disamping kekuasaan Tuhan.

‘di RS Kariadi ini berbeda. Setiap perawat masuk, mereka akn masuk dengan senyum, masuk dengan sapaan yang ramah sehingga kemudian kita tidak merasa sendiri dalam ruangan bahwa setiap kali nanti perawat yang masuk, itu pasti ada sahabat yang masuk, pasti ada guru yang masuk, pasti ada perawat yang masuk. Jadi bukan hanya perawat tetapi mereka bisa mengedukasi, mereka bisa menjadi sahabat yang baik, mereka juga bisa jadi motivator. Saya ingat perawat sampai mencukur kumis saya itu sesuatu yang luar biasa’ tutur Caken lagi.

Selanjutnya Caken menuturkan bahwa, ‘Dokter ini luar biasa, ini kan penyakit baru dan kemudian terutama dalam keadaan kritis pakai ventilator bisa sampai disembuhkan saya kira itu pekerjaan Dokter Muchlis, Dokter Thomas, dan juga perawat dan ahli gizi yang sangat luar biasa. Saya kira ini, kalau Dokter Muchlis bilang hanya 20 persen bisa selamat dari ventilator maka saya kira ini bagian dari pekerjaan dokter selain bisa Tuhan. Tapi ini pekerjaan dari para dokter, perawat, ahli gizi yang sangat luar biasa’.

BACA JUGA :  Ketika Jokowi Minta Tanggapan Bimbim Slank Soal Peredaran Narkoba

Caken yang sudah keluar dari rumah sakit dan bisa berkumpul dengan keluarganya menyampaikan dorongan dan semangat bahwa covid 19 bisa disembuhkan termasuk yang kritis sekali pun. Namun meski demikian ia berpesan agar masyarakat mematuhi regluasi pemerintah karena sembuh dari Covid itu butuh waktu yang panjang dan tidak gampang.

‘Kalau saya yang kritis kemudian bisa sembuh mestinya banyak orang yang bisa sembuh. Dan untuk masyarakat tetap patuhi regulasi pemerintah karena meskipun covid ini bisa disembuhkan tapi prosesnya itu sangat panjang dan tidak gampang’ pesan Caken