Nelayan Nekat Melaut Saat Cuaca Ekstrem, Akhirnya Kapal Terballik

PEMALANG, mediakita.co – Tenggelamnya KM Rasa Indah di perairan Tanjung Sari, Kecamatan Kabupaten Pemalang, mendapat perhatian dari pihak Polairud Pemalang. Jumat (10/2/2017)

Kapal jenis sopek jaring yang di nahkodai Nurohman terbalik dan tenggelam, saat sedang menebar jaring karena di hantam ombak yang cukup besar.

Kasat Polairud Pemalang, AKP Sunardi, menjelaskan bahwa tenggelamnya KM Rasa Indah karena dihantam ombak yang cukup besar. Kondisi cuaca yang buruk, membuat gelombang air laut sekitar 3-4 meter.

“Tadi kapalnya tenggelam itu karena di hantam ombak yang besar. Kondisi Cuaca yang buruk saat ini, gelombang air laut itu bisa sampai 3 meteran. Itu bisa sangat berbahaya bagi nelayan,” jelasnya.

ajibpol

Sunardi juga menambahkan Polairud Pemalang telah memasang bendera Hitam serta himbauan kepada nelayan untuk tidak melaut sementara waktu.

“Kami sudah menghimbau kepada para nelayan, untuk tidak melaut sementara waktu, info dari BMKG bahwa pada tanggal 6-13 februari kondisi cuaca sedang ekstrem. Kami juga sudah memasang bendera hitam sejak 2 hari yang lalu serta spanduk tentang larangan di TPI tanjungsari,” tambahnya.

BACA JUGA :  Jelang 17 Agustus, Pernak-Pernik Kemerdekaan Serbu Kota Pemalang

Berdasarkan penuturan warga setempat, Wakni mengatakan bahwa walau kondisi cuaca yang ekstrim, beberapa nelayan sekitar tetap berangkat melaut.

“Cuaca Ekstrem seperti ini nelayan sini juga masih banyak yang melaut, tadi saja 3 buah kapal berangkat melaut. Walau sudah ada larangan dari kepolisian, akhirnya tadi kejadian satu buah kapal terbalik. Katanya satu orang masih belum di temukan itu warga Rowo Panggang, Kecamatan Petarukan,” katanya.

Dengan kondisi cuaca yang seperti ini Polairud menghimbau kepada para nelayan, untuk tidak melaut dalam waktu dekat ini. Karenakan ombak yang cukup besar dapat membalikan kapal sewaktu-waktu.

Penulis : Fatah

Redaksi : Mediakita.co