Pancasila Sudah Diajarkan di PAUD dan TK se Magetan
Pancasila Sudah Diajarkan di PAUD dan TK se Magetan

MAGETAN, mediakita.co-Institut Sarinah (InSari) menggelar sosialisasi dan tutorial Buku “Pancasila untuk Tunas Bangsa” yang melibatkan Para bunda Paud. Tercatat 783 peserta dari Magetan, Madiun dan Ngawi hadir mengikuti tutorial daring melalui zoom maupun Youtube @Institut Sarinah hingga selesai, Sabtu (6/12/2020).

Bupati Magetan, Suprawoto dan Bunda Paud Magetan, Titik Suprawoto menyatakan penasaran dengan acara Institut Sarinah karena menurutnya, materi Pancasila sudah lama diajarkan di Paud dan TK di Magetan tetapi belum terkait dengan literasi keuangan.

“Saya membuka kerjasama yang terlembaga dengan Institut Sarinah karrena kami membutuhkan pengayaan, update strategi dan teknik terbaru dalam mengajarkan Pancasila,” kata Bupati Suprawoto dalam sambutan pembukaannya.

Diana Sasha, anggota DPR Jatim Fraksi PDI Perjuangan yang juga sebagai narasumber menyatakan dukungannya terhadap komitmen Bupati Magetan. Karena menurutnya, Pancasila merupakan jawaban semua persoalan kebangsaan sehingga perlu diajarkan di sekolah sedini mungkin.

“Saya mendukung usulan Institut Sarinah agar ada Perda Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila di Magetan,” kata Diana Sasha.

BACA JUGA :  Benarkah Jenazah PDP Covid 19 yang Dibawa Paksa Keluarga Ke Kolaka Positif Corona? Ini Penjelasan Jubir Gugus Covid 19 Kolaka

Dr Ulfa Mawardi, stafsus Menteri PPPA Bagian Anak hadir sebagai narasumber menegaskan pentingnya nilai inklusifitas Pancasila diajarkan oleh para bunda Paud.

“Ajarkan tentang cinta kepada keberagaman dan bukan kebencian, tentang harapan dan bukan ketakutan karena bahagia akan melahirkan emosi, mental dan spiritual yang positif. Dampaknya, semua potensi anak bisa dikembangkan optimal. Sementara mengajarkan Eksklusifime justru akan membentuk karakter siswa close minded,” papar Dr Ulfa Mawardi.

Penulis buku A. Sri Purbasari mengajak para Bunda Paud untuk memperkenalkan angka melalui koin kepada para siswa.

“Dalam sebuah koin ada angka, nilai, gambar hewan, pahlawan, Garuda Pancasila, yang bisa mengajarkan siswa untuk bersyukur pada Tuhan atas keberagaman Indonesia kita. Dengan koin kita juga bisa mengajarkan tambah atau kurang untuk membentuk perilaku produktif atau konsumtif siswa,” jelas A. Sri Purbasari.

Eva K Sundari sebagai moderator dan Direktur Institut Sarinah mengajak para bunda paud untuk bergabung ke dalam gerakan nasional “Menabung Koin untuk Tunas Bangsa” yang sedang dipersiapkan InSari.

BACA JUGA :  Misteri Mayat Pria dan Wanita di Solo Temui Titik Terang, Polisi Tangkap Pelaku dan Ungkap Motif Pembunuhan

“Menabung memupuk perilaku cerdas dan produktif karena menambah nilai uang yang kemudian bisa untuk bersedekah, bahkan untuk membeli barang modal misalnya sebuah hp yang sekarang eaensial untuk belajar daring,” kata Eva Sundari. Respon positif berupa persetujuan diberikan para bunda melalui ruang chat atas ajakan tersebut.

Acara tutorial kemudian ditutup oleh Bunda Paud Magetan, Titik Suprawoto yang mengucapkan terima kasih karena merasa terinspirasi dengan materi Literasi Keuangan.

“Saya guru Matematika, sangat setuju dengan materi bu Purbasari. Insyallah akan kami sebarkan dan kembangkan ke para guru dan bunda paud maupun guru TK,” jelasnya dalam sambutan penutup.

Penulis : Tim mediakita.co