InSari apresiasi APBD Trenggalek yang Responsif terhadap Paud
InSari apresiasi APBD Trenggalek yang Responsif terhadap Paud

TRENGGALEK, mediakita.co-Bupati Trenggalek Mohammad Arifin menyebut telah mengalokasikan anggaran untuk kepentingan kelompok marginal seperti perempuan, disabilitas dan juga para bunda Paud. Alokasi anggaran tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Trenggalek.

Hal itu disampaikan Mohammad Arifin pada acara sosialisasi dan tutorial Buku “Pancasila untuk Tunas Bangsa” yang diselenggarakan Institut Sarinah (Insari) dan Komnas Pendidikan Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2020 dan diikuti oleh 288 bunda Paud di Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek.

“Ada kuota di APBD untuk kepentingan kelompok marginal seperti perempuan, disabilitas dan juga para bunda Paud. Bu Novita Hardini membentuk organisasi yang mewadahi mereka dan menitipkan aspirasi ke proses musyawarah-musyawarah untuk RAPBD,” tegasnya.

Bupati Arifin yang juga politisi PDIP tersebut juga menguraikan pentingnya sosialisasi Pancasila ke seluruh rakyat karena ibarat angka pecahan, Pancasila adalah bilangan penyebut sehingga mampu mempersatukan rakyat Indonesia yang amat beragam.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi , mengapresiasi pernyataan Bupati. Menurutnya, pihaknya menunggu draft naskah akademik dan perda Pendidikan Karakter berbasis Pancasila yang disumbangkan Institut Sarinah.

BACA JUGA :  Diduga Lakukan Kekerasan, AP Dilaporkan Ke Polres Karanganyar

“Saya akan bawa untuk memperbaiki program legislasi kabupaten yang sudah ditetapkan bulan lalu,” kata Doding Rahmadi.

Sementara, Ketua Komnasdik Jatim, Kunjung Wahyudi selain setuju kegiatan seperti yang digagas InSari, juga mengusulkan perluasan materi yang bisa dikaitkan Pancasila.

“Selain bisa untuk mendorong literasi keuangan seperti yang dilatihkan oleh InSari, Pancasila juga bisa untuk membangkitkan jiwa kewirausahawan siswa agar impian Indonesia menjadi negara industri bisa segera diwujudkan, ” jelas Kunjung Wahyudi.

Sosialisasi diakhiri dengan penjelasan isi buku oleh A. Sri Purbasari tentang metode pengajaran Pancasila berbasis pengalaman (experiental method).

“Karakter Kebangsaan harus dipraktekkan misalnya anak-anak diajak  berdoa mensyukuri tanah air yang kaya dan subur tetapi juga mensyukuri keberagaman rakyat Indonesia. Kenalkan kebanggaan identitas diri Anak Indonesia yang berkepribadian Pancasila bukan berbasis SARA tertentu,” kata A.Sri Poerbasari.

Moderator dan Direktur InSari, Eva Sundari, menyatakan bahwa banyak permintaan para bunda Paud terhadap buku terbitan InSari.

“APBD sudah merespon kesejahteraan para bunda Paud,  semoga ada juga program bantuan buku untuk mereka sehingga mereka tidak perlu membeli. Ini pantas karena selama ini Paud-Paud dikelola secara mandiri oleh komunitas-komonitas dengan segala keterbatasannya,” kata Eva Sundari penuh harap.

BACA JUGA :  Institut Sarinah: Mata Pelajaran Pancasila harus tentang Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa

Kegiatan yang dimoderatori oleh Direktur InSari, Eva Sundari menghadirkan 5 narasumber lain selain bupati yaitu, Bunda Paud Trenggalek Novita Hardini, Ketua Komnasdik Jatim Kunjung Wahyudi, Wakil Ketua DPRD Trenggalek dari FPDIP, Doding Rahmadi dan A. Sri Poerbasari dosen UI sekaligus penulis buku “Pancasila untuk Tunas Bangsa”.

Penulis : Tim mediakita.co