Pandemi Covid-19, Curup Kereta Desa Rambang Jaya, Way Kanan, Lampung Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pandemi Covid-19, Curup Kereta Desa Rambang Jaya, Way Kanan, Lampung Tak Pernah Sepi Pengunjung

WAY KANAN, mediakita.co– Akibat pandemi Covid-19, hampir semua Pariwisata di semua Daerah terhenti dan bahkan tutup total.  Meski demikian, Air Terjun Curup Kereta di Desa Rambang Jaya Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Lampung tak pernah sepi pengunjung.

Bagi wisatawan lokal, nampaknya Air Terjun Curup Kereta masih menjadi objek wisata terbaik di akhir pekan. Hal tersebut dapat dilihat dari masih banyaknya pengunjung wisatawan local  yang berkunjung ke air terjun curup kereta pada akhir pekan.

Objek wisata dengan panorama alam yang masih sangat terjaga ini berjarak 20 mnt (7,2 Km) dari jalan lintas tengah Sumatra Kabupaten Way Kanan. Jika dari Kota Bandar lampung, jaraknya sekitar 207 Km dengan waktu tempuh kurang lebih empat jam. Rutenya, dari Bandar lampung, Bandar Jaya, Kotabumi, Baradatu, Simpang Empat dan ke Curup Kereta.

Menurut, Bagus (29), Salah seorang  pengunjung dari Baradatu, yang dijumpai Mediakita.co menyampaikan keindahan alam Curup Kereta yang masih terjaga keletariannya itu lah yang membuatnya dan keluarga memilih  sebagai tempat berlibur diakhir pekan.

BACA JUGA :  Wisata Curug Gangsa Lampung, ‘Surga Tersembunyi’ yang Tetap Berdenyut di Tengah Pandemi

“Selain itu,  tiketnya pun sangat terjangkau,” akunya.

Diera tahun 1970 – 1985 air terjun ini bernama Curup Helar. Karna pada masa itu air terjun ini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai tempat untuk menumbuk padi secara tradisional.  Air terjun ini digunakan sebagai media memutar kincir atau baling-baling yang dihubungkan dengan Helar  yang menjadi alat penumbuk padi tersebut.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, hal tersebut sudah mulai ditinggalkan. Karena masyarakat lebih memilih beralih menggunakan teknologi baru dengan menggunakan Diesel.

Pada tahun 2017, tepatnya pada tanggal 02 Juni 2017, pemerintah desa bersama pemuda setempat mencoba mengelola dan mengembangkan air terjun tersebut untuk dijadikan distinasi wisata. Dengan dibantu dinas pariwisata, Kepala Kampung Rambang Jaya memberi nama destinasi wisata ini sebagai Curup Kereta. Curup Kereta sendiri diambil dari bentuk air terjunnya yang alirannya menyerupai gerbong-gerbong kereta.

Selain panorama air terjun yang sangat indah dan terjaga, air terjun Curup Kereta ini dikelilingi lahan perkebunan masyarakat sekitar. Tak hanya itu, jajanan kuliner masyarakat setempat yang khas menjadi daya tarik lain yang tak ditemukan ditempat lain.

BACA JUGA :  Meriahkan HUT RI ke 75, Komunitas Sepeda Santai Desa Semingkir Pemalang Gelar Gowes Merah Putih

Sebagai informasi bahwa berkunjung ke objek wisata Curup Kereta ini harga tiketnya sangat terjangkau dan ekonomis. Setiap wisatawan hanya dikenakan tarif tiket sebesar Rp.5.000 per orang di hari biasa.  Namun harga tiket dapat berubah ketika hari-hari libur.

Oleh : Aliansyah