Hanya di Pemalang, Ada Pagelaran Kecepit Cawet

PEMALANG, mediakita.co- Bagi orang diluar Pemalang akan bingung ketika mendengar kalimat ‘Pagelaran Kecepit Cawet.’ Akan tetapi, di Pemalang kalimat tersebut identik dengan nama desa.

Orang diluar Pemalang akan mengira kalimat ‘Pagelaran Kecepit Cawet’ dengan konotasi negatif. Mereka akan mengira hal tersebut dengan cerita stensil.

Jika mengacu dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pagelaran adalah suatu pertunjukan. Secara harfiah, pertunjukan yang ada mengacu pada karya seni.

Namun di Pemalang, ‘Pagelaran’ adalah sebuah nama desa, berada di wilayah Kecamatan Watukumpul.

ajibpol

Sedangkan ‘Kecepit’ merupakan nama desa yang ada di Kecamatan Randudongkal. Kata ‘Kecepit’ dalam terminologi Jawa diartikan sebagai sesuatu yang menekan atau tertekan.

‘Kecepit’ identik dengan objek ataupun benda. Kemudian dikaitkan pada bagian tubuh manusia, seperti tangan dan kaki.

Tentu dua nama desa diatas tergolong unik. Bahkan dapat dikatakan nyleneh, namun demikian nama yang ada adalah bagian dari sejarah desa, asal-usul bagaimana desa itu ada.

Kemudian ada satu kalimat lagi yang mungkin ada konotasinya negatif. Kalimat ini adalah ‘Cawet,’ sudah pasti diasosiasikan sebagai celana dalam wanita. Tidak salah memang, karena lazimnya seperti itu.

BACA JUGA :  Pemulihan Pandemi Corona, Harga Emas Antam Anjlok Hingga 16 Ribu/Gram

Cawet disini adalah masih berkaitan dengan desa. Sebuah nama desa.

Cawet berada di kawasan Kecamatan Watukumpul. Kini, desa tersebut (Cawet) memiliki slogan ‘Cawetku Cawetmu Cawet Kita Semua.’

‘Pagelaran Kecepit Cawet’ hanya ada di Pemalang. Merupakan sebuah nama-nama desa yang terkandung makna didalamnya.

 

Oleh: Arief Syaefudin