Peringati HUT Ke- 67 GMNI Universitas Pekalongan Gelar Webinar Bertajuk Strategi Pembangunan Infrastruktur Hadapi Banjir
Webinar Universitas Pekalongan

PEKALONGAN,mediakita.co – Memperingati Hari Lahir ke-67 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Dewan Pimpinan Komisariat Universitas Pekalongan mengadakan Webinar )25/03/2021).

Webinar dengan tema, ‘Strategi Pembangunan Infrastruktur Jangka Panjang Dalam Menghadapi Banjir Pekalongan’ menghadirkan Narasumber  Sugiharto, SKM  dari Dinas lingkungan hidup Kota Pekalongan dan Dimas Arga Yudha, S.Sos  dari BPBD Kota Pekalongan. Sedangkan bertindak sebagai moderator adalah Ade Budi Utomo.

Ketua Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) GMNI Universitas Pekalongan Andre dalam sambutannya menyampaikan bahwa webinar tersebut dilaksanakan untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan khususnya untuk mencegah bencana banjir.

“Tujuan diadakan kegiatan webinar ini untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, problema banjir ini merupakan tanggung jawab kita bersama-sama. Melihat banjir januari lalu itu merupakan kesalahan kita bersama-sama. Semoga dengan diadakan kegiatan ini kita menjadi lebih sadar ke depannya.” ujar Bung Andre

Acara webinar tersebut juga dihadiri berbagai  kalangan dari organisasi lain seperti GMNI, HMI, PMII, Alumni GMNI, dan masyarakat umum wilayah Pekalongan, Pemalang dan Batang.

Meski dilakukan secara online namun panitian dan narasumber terpusat di satu lokasi yaitu di Kota Pekalongan.

BACA JUGA :  21 Things Only Freckled People Will Understand

Sementara itu Aji Sopian Nugroho yang akrab disapa Bung Aji yang memandu acara mengungkapkan bahwa acara tersebut adalah salah satu sarana tukar pikir dengan Dinas Lingkungan hidup dan BPBD. Disamping menjalin komunikasi tetapi juga menemukan sebuah solusi/cara tepat menyikapi masalah banjir di Pekalongan.

Menurutnya hal tersebut diperlukan mengingat wilayah Kota Pekalongan sering dilanda banjir. Karna itu baik pejabat, mahasiswa, pemuda-pemudi, aparat kemanan, dan elemen masyarakat harus menjalin komunikasi yang baik agar masalah banjir di Kota Pekalongan bisa diatasi dengan tepat.

Sedangkan Dimas Arga dari BPBD Pekalongan yang berindak sebagai narasumber menyambut baik dan mengapresiasi webinar yang dilakuak GMNI tersebut. Lebih jauh ia berharap masyarakat semakin peduli dengan lingkungan untuk mencegah bencana alam melanda Pekalongan. Tak hanya itu ia berpesan agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin untuk memajukan Pekalongan.

‘Acara webinar yang  diadakan GMNI nin sangatlah menarik karena dapat menggerakan para mahasiswa dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan potensi ancaman di Kota Pekalongan. Pesan saya ke depannya acara webinar GMNI seperti ini dilaksanakan secara rutin agar mahasiswa, masyarakat, dan OPD terkait bisa diskusi bersama dalam banyak tema yang tentunya untuk memajukan Kota Pekalongan’ tutur Dimas

BACA JUGA :  Cari Kerja Semakin Sulit, Pasca kenaikan Nilai Tukar Dolar Terhadap Rupiah

Hal senada diungkapkan  oleh Sugiharto bahwa webinar tersebut sanga bermanfaat bagi para peserta maupun narasumber. Menurutnya webinar tersebut dapat memberikan pengetahuan baru bagi para peserta yang lebih aplikatif, yang belum tentu diterima di bangku kuliah.

“Kegiatan zoom meeting yang dilaksanakan pada ini sangat bermanfaat baik bagi mahasiswa maupun narasumber. Bagi mahasiswa manfaatnya adalah banyak hal khususnya yang berkaitan dengan topiknya yang dapat diperoleh informasinya yang mungkin tidak didapatkan dari perkuliahan karena sifatnya yang aplikatif dilapangan. Bagi narasumber dapat memberikan informasi kepada mahasiswa permasalahan yang terjadi di Kota Pekalongan sesuai dengan topik dan bidang yang diminati oleh para  mahasiswa’ jelas Sugiharto.

Lebih lanjut Sugiharto meminta agar kegiatan-kegiatan webinar seperti itu juga disertai dengan kegiatan tambahan aksi-aksi di lapangan.

‘Perlu kegiatan tambahan yang sifatnya aksi-aksi di lapangan. Contohnya Advokasi kepada masyarakat terkait dengan permasalahan lingkungan hidup, masalah limbah, masalah penggunaan, masalah ipal, dan lain-lain’ tutur Sugiharto selanjutnya. (Andries/mediakita.co)