Paul Zhang: Saya Menggugat Pancasila dan Indonesia,.. Tak Ada Pancasila Di Indonesia
Paul Zhang (Foto:Kompas.com)

INTERNASIONAL, mediakita.co – Joseph Paul Zhang pria asal Indonesia yang lagi berada di wilayah Uni Eropa mengatakan bahwa sikapnya yang lagi diperbincangkan banyak orang sebagai bentuk gugatannya terhadap Pancasila dan Indonesia.

‘Saya menggugat Indonesia dan Pancasila’ tegas Paul Zhang  dalam sebuah wawancara dengan wartawan Jawa Pos di Youtube https://www.youtube.com/watch?v=1fe9lXAHacs

Paul mengatakan bahwa itu dilakukannya karena Pancasila di Indonesia hanya sekedar retorika, apa yang dipraktekkan tidak seperti yang diajarkan atau yang seharusnya terjadi.

Paul pun menegaskan kalau di Indonesia tidak ada Pancasila bahkan menurutnya Eropa lebih Pancasilais dari Indoensia. Meskipun Pancasila selalu diajarkan berulang-ulang kenyataannya hanya teori dan retorika saja.

‘Saya dari kecil PMP. PSPB, Sejarah diajarin lagi bolak-balik diajarin sampai kuliah diajari lagi, sekarang Pak Jenderal Junias Tobing masih ngajarin Pancasila… tak tongkorongin pak, saya pingin tahu, akhirnya saya bilang sama Pak Jenderal, Pak Jenderal ini hanya retorika nyatanya nggak ada yang begini Pak Jenderal, gak ada, semua ini hanya retorika doang. Mana ada Pancasila di Indonesia. Eropa lebih Pansila daripada Indonesia’ tegas Paul.

BACA JUGA :  Lulusan BPK Penabur Cirebon, Juarai The Voice of Germany

Dalam wawancara itu terungkap juga bahwa Paul memilih keluar negeri (Eropa) untuk menyuarakan hal tersebut karena menurutnya di Eropa ada kebebasan berpendapat.

Meski menurutnya pilihannya itu pahit dan menyakitkan namun itulah cara yang harus ditempunya menghindari hukum dan ketidakadilan yang berlaku di Indonesia.

Pasalnya menurut Paul hukum tentang penistaan Agama yang ada di Indonesia hanya berlaku bagi masyarakat minoritas. Kenyataannya penista-penista agama dari komunitas mayoritas bahkan pejabat negara yang beragama mayoritas tak pernah diproses secara hukum.

‘Saya ini ibarat kutu di balik Samudera, tapi di depan Mabes Polri itu banyak balik-balok besar yang tidak pernah diproses. Balok-baloknya itu Yahya Waloni, Abdul Somad, Tengku Zulkarnain Haikal Hassan… Ada GKI Yasmin sampai sekarang juga tidak tidak diproses padahal sesuai dengan konstitusi, dokumen sudah lengkap Gus Yaqud sudah enam bulan jandi Menteri Agama..GKI Yasmin tetap aja ditutup’ kata Paul Zhang.

Paul Zhang menjadi ramai dan viral diperbincangkan public karena pernyataannya kontroversial mengaku sebagai nabi ke 26 sehingga dianggap menistakan agama. Namun menurut Paul itu dilakukannya sebagai pemantik agar orang bertanya tentang apa di balik pernyataannya itu. Karena baginya apa yang diperjuangkan banyak orang selama ini dengan cara-cara damai tak pernah di dengar dan diperhatikan.

BACA JUGA :  Ilmuan Ini Kaya Raya Berkat Virus Corona

Ia pun menyampaikan bahwa langkah yang dilakukannya tersebut sudah diperhitungkan secara matang dan siap menanggung apapun risikonya karena kecintaannya pada Indonesia.

Dalam wawancara tersebut Paul Zhang sempat meneteskan air mata saat ditanya tentang apa yang salah dengan Indonesia. (Prb/mediakita.co)