Pulang Kampung, Wasroni Pedagang Lontong Sayur yang Dermawan, Salurkan Sedekah Bagi Fakir Miskin dan Anak Yatim

PEMALANG, mediakita.co – Pandemi Covid-19 menggoyahkan seluruh aspek kehidupan. Di sektor ekonomi misalnya, banyak keluarga yang hancurkan ketahanan ekonominya. Banyak perusahaan, kecil hingga besar melakukan pengurangan karyawan, bahkan banyak yang sudah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Perubahan paling mencolok adalah pola hidup yang berubah, segala sesuatu dilakukan secara jarak jauh. Sekolah, bisnis dan dan kerja dilakukan dari rumah demi memutus mata rantai penularan Covid-19. Akibatnya, banyak sektor usaha terpukul karena penutupan sementara pusat-pusat bisnis dan berbagai fasilitas umum untuk menghindari terjadinya kerumunan warga.

Program Jum’at Berkah adalah Muhammad Wasroni, pedagang sayur yang viral ini memiliki kepedulian yang tinggi bagi warga di sekitarnya.

Wasroni menyelenggarakan kegiatan “Jum’at Berkah berupa penyaluran bagi fakir miskin dan anak yatim-piatu di kampungnya, Dusun Mingkrik Desa Mandiraja, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.

“Alhamdulillah hari ini santunan telah disalurkan, bantuan berasal dari para donatur. Terimakasih telah mempercayai kami untuk salurkan sumbanganya atau santunan ini. Mari kita bersama membantu warga yang kurang beruntung,”ungkap Wasroni pada mediakita.co Jumat (21/8/2020).

BACA JUGA :  Update Covid-19 Kabupaten Pemalang Bertambah 10 Orang Positif, Ini Penjelasanya!

Program Jum’at Berkah atau Sedekah Jum’at ini terbuka bagi siapa saja yang ingin berbagi.

Wasroni dalam menyalurkan bantuan bagi kaum duafa, fakir miskin dan anak yatim dilakukan dari rumah ke rumah setiap Hari Jum’at. Dan dari kegiatan ini, banyak donator yang terlibat.

“Kami mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar besarnya, kami selaku masyarakat sangat terharu dengan kepedulian yang sangat besar ini kepada anak anak yatim piatu. Semoga jejak Wasroni dapat diikuti oleh lembaga pemerintah maupun swasta agar peduli antar sesama,” katanya salah seorang donator yang tidak mau disebut namanya.

Penulis: Teguh