Serap Isu-Isu Strategis Pembangunan, Bupati Pemalang Gelar Konsultasi Publik RPJMD 2021-2026

PEMALANG, mediakita.co – Demi menyerap isu -isu strategis pembangunan pada tahun 2021- 2026 di wilayahnya, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo membuka Forum Konsultasi Publik secara virtual tentang rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026 di Pendopo Kabupaten Pemalang, Senin (29/3/2021).

Bupati Agung saat membuka kegiatan tersebut mengatakan penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Pemalang Tahun 2021-2026 tersebut merupakan momentum yang sangat strategis bagi kita untuk mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan rencana pembangunan guna menjawab isu -isu strategis pembangunan pada tahun 2021-2026.
Dalam kesempatan itu, Bupati Agung menyampaikan gambaran kondisi makro Kabupaten Pemalang.

Pertama, tentang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pemalang yang pada tahun 2019 tercatat sebesar 5,41 persen. Untuk tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pemalang mengalami kontraksi minus 0,66 persen. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah yang ada di minus 2,65 persen dan pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar minus 2,07 persen.

“Hal ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pemalang lebih tinggi di banding pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah dan Nasional. Namun demikian, manfaat secara nyata dari hal tersebut masih belum kita rasakan”, ujarnya.

Selanjutnya yang kedua adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pemalang. Pada tahun 2019 sebesar 66,32 persen. IPM menurut Agung, merupakan indeks yang mengukur capaian pembangunan manusia berbasis tiga dimensi dasar yaitu dimensi harapan hidup, dimensi pendidikan, dan dimensi standar hidup layak. Sementara untuk capaian IPM tahun 2020 tidak mengalami perubahan dari tahun 2019, hal itu menunjukkan adanya stagnasi kualitas kehidupan di Kabupaten Pemalang selama satu tahun ini.

BACA JUGA :  SAR Gabungan Selamatkan 6 ABK di Pantai Limbangan

Kemudian yang ketiga, angka adalah angka kemiskinan atau persentase penduduk miskin Kabupaten Pemalang pada tahun 2019 yaitu sebesar 15,41 persen mengalami peningkatan menjadi sebesar 16,02 persen di tahun 2020. Angka kemiskinan Provinsi Jawa Tengah sebesar 11,41 persen, sedangkan angka kemiskinan nasional sebesar 9,78 persen.

Keempat, tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Pemalang pada tahun 2019 sebesar 6,5 persen dan mengalami peningkatan pada tahun 2020 menjadi 7,64 persen. Sementara tingkat pengangguran terbuka Provinsi Jawa Tengah sebesar 6,48 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka nasional sebesar 7,07 persen.

Dan yang kelima, infrastruktur jalan dalam kondisi baik pada tahun 2019 sebesar 59,90 persen, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 56,47 persen. Hal itu menunjukkan bahwa capaian kinerja pembangunan infrastruktur utama pendukung aktivitas masyarakat masih belum layak. Mencermati kondisi Kabupaten Pemalang tersebut, Mukti Agung Wibowo juga mempertimbangkan faktor lainnya.

Maka isu strategis pembangunan di Kabupaten Pemalang selama 5 tahun ke depan antara lain: 1) Belum optimalnya kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing dan pencapaian pelayanan dasar; 2) Belum optimalnya pertumbuhan ekonomi; 2) Masih tingginya kesenjangan antar wilayah: 4) Belum optimalnya reformasi birokrasi, pelayanan publik, dan inovasi daerah; 5) Belum optimalnya upaya penanggulangan kemiskinan.

BACA JUGA :  Harga Gabah Terjun Bebas, Petani Seperti Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Kepada seluruh peserta konsultasi publik tersebut, Bupati Agung menghimbau untuk dapat bersungguh – sungguh dan fokus selama pelakasanaan Forum Konsultasi Publik ini, agar dapat menghasilkan rumusan RPJMD Kabupaten Pemalang tahin 2021-2026 yang sesuai dengan harapan.

Karena menurutnya kontribusi pemikiran semua stake holders akan memperkuat perencanaan Kabupaten Pemalang menjadi lebih baik dan mampu menjawab permasalahan yang ada.

“Kontribusi pemikiran semua stake-holders, kami harapkan guna memperkuat proses perencanaan Kabupaten Pemalang yang lebih baik, relevan, akuntabel dan mampu menjawab permasalahan pembangunan yang ada’ tutur Agung, didampingi Sekda Kabupaten Pemalang, M Arifin dan Kepala Bappeda, Supa’at.

Acara tersebut juga diikuti oleh Ketua, para Wakil Ketua, Ketua Komisi dan Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Pemalang, Wakil Bupati Pemalang, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Sekretaris Daerah beserta segenap Aparatur Pemerintah Kabupaten Pemalang, para Kepala Instansi Vertikal/ Provinsi Jawa Tengah, Ketua Organisasi Masyarakat, berbagai Profesi, Dunia Usaha dan Pendidikan.(Teguh/mediakita.co)