Siapa Merokok di Rumah Sakit?
Merokok (ilustrasi)

Mediakita.co – Berang, mungkin tidak. Tapi kalau kesal, pastilah iya. Begitulah kiranya yang terjadi di jajaran RSUD. Dr. M. Ashari Pemalang. Ketika asap rokok masih mengepul disana-sini, hampir sepanjang siang dan malam.

Meski  sudah ada papan bertulisan larangan, tetap saja para pelaku berasyikria dengan asap rokoknya. Tidak didalam ruangan, memang. Rata-rata perokok adalah pembezoek ataupun keluarga yang menunggu pasien. Di luar ruang, tepatnya di teras samping yang berhadapan dengan pintu ruangan rawat inap, bisa dipastikan ada kepulan asap rokok.

Tak peduli siang, sepanjang malam pun asap rokok mengepul, menebar seantero kompleks rumah sakit.

“Timbang kesepian kita kita ini merokok, Pak,” tutur seorang perokok di teras samping salah satu bangsal, Selasa malam, 4 Agustus.

Di tempat itu setidaknya ada 4 orang keluarga atau penunggu pasien yang sedang berpesta kepulan asap.  Tak jauh dari tempat itu, sepanjang selasar yang membujur dari timur ke barat, ada beberapa pria tengah melakukan keasyikan yang sama : Merokok!

Keprihatinan terhadap ‘budaya udud’ rupanya telah lama mengendap dihati para dokter, perawat dan seluruh personil rumah sakit yang bukan penggemar rokok. Dokter Sholahudin selaku pimpinan pun terdiam sejenak ketika ditanya seputar maraknya ‘kontes merokok’ di lingkungan rumah sakit, kemarin.

BACA JUGA :  Soal Stiker Boneka, Kalau PNS Harus Netral Apakah Panwas Juga Netral ?

“Saya mau menjawab apa ya, mereka itu memang tidak tahu atau tidak mau memahami arti pentingnya lingkungan yang berudara sehat,” ujarnya dengan nada kesal.

Tapi yang pasti para perokok-lah yang perlu menyadari. Rumah sakit adalah kawasan yang bebas asap rokok sehingga tidak perlu dipasang Smoking Area. “Seluruh kawasan rumah sakit, mulai dari pintu masuk hingga semua instalasi yang ada tidak diperbolehkan untuk merokok,” tegas Sholahudin. (RN).