Terkuak: ICW Teriak Bela Novel Baswedan, Ternyata Periuk Nasinya Terancam Hilang?
Polemik Novel Baswedan (Foto:BeritaTKP.com)

NASIONAL, mediakita.co – Indonesia Corruption Watch (ICW) menuding ketidaklulusan Novel Baswedan dalam asesmen wawasan kebangsaan adalah upaya menyingkirkan penyidik senior KPK tersebut. Hal tersebut diungkapkan oleh peneliti dari ICW Kurnia Ramadhana.

“ICW beranggapan ketidaklulusan sejumlah pegawai dalam tes wawasan kebangsaan telah dirancang sejak awal sebagai episode akhir untuk menghabisi dan membunuh KPK,” kata peneliti dari ICW, Kurnia Ramadhana, dalam keterangannya, Selasa (5/4/2021) dikutip dari detikcom.

Kurnia mengungkapkan bahwa hal tersebut terlihat secara jelas dan runut mulai dari pengesahan UU KPK yang baru hingga kontroversialnya kepemimpinan Firli Bahuri.

“Betapa tidak, sinyal untuk tiba pada kesimpulan itu telah terlihat secara jelas dan runtut, mulai dari merusak lembaga antirasuah dengan UU KPK baru, ditambah dengan kontroversi kepemimpinan Firli Bahuri, dan kali ini pegawai-pegawai yang dikenal berintegritas disingkirkan,”ucapnya.

Pembelaan ICW tersebut kepada Novel Baswedan Cs menyebabkan fakta lama tentang ICW dan KPK mengemuka ke publik.

Salah satunya adalah aliran dana ke ICW dari KPK. Pada tahun 2017 yang lalu terkuak bahwa ternyata selama ini ICW menerima aliran dana bantuan asing yang masuk Indonesia melalui KPK. Hal itu diungkapkan Ahli Hukum Pidana Romli Atmasasmita berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap KPK.

BACA JUGA :  Ganjar Undang Seluruh Warga Hadiri Apel Kebangsaan Kita Merah Putih Apapun Pilihan Politiknya

Dikutip dari mediaindonesia.com, Romli mengungkapkan bahwa aliran dana itu diketahui saat dia menjadi saksi ahli terkait kasus Hadi Poernomo. Dia mendapat sejumlah audit KPK. Ia lantas bersama Lembaga Pengkajian Independen Publik (LPIP) mengaudit keuangan KPK.

“Ada dalam laporan BPK aliran-aliran uang dana dari KPK ke ICW juga oleh bantuan asing,” beber Romli dalam Rapat Panitia Khusus Angket KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/7/2017).

“Kita lihat di lampiran dana hibah dari 54 donor asing dengan penerimaan dana tidak terikat dalam negeri total Rp96 miliar. Di situ saya berpikir Rp 96 miliar ada dana donor asing non-goverment organitation (NGO), plus dari lembaga-lembaga di bawah PBB,” ungkap Romli selanjutnya.

Terkait hal tersebut penggiat media sosial Denny Siregar mencurigai itulah sebabnya mengapa ICW bersuara lantang membela Novel Baswedan.

‘Novel Baswedan bukan @KPK_RI dan @KPK_RI ukan Novel Baswedan.. @KPK_RI adalah lembaga resmi negara, sedang Novel Baswedan hanyalah jongosnya. Kalian teriak2 bela Novel, apa karena periuk nasi kalian disana udah hilang?’ tulis Denny Siregar melalui akun twitternya https://twitter.com/Dennysiregar7

BACA JUGA :  Tengku Zulkarnain Dikabarkan Kena Covid 19, Netizen: Semoga Cepat Ketemu 72 Bidadari

Hal itulah yang menyebabkan mengapa ICW mati-matian membela Novel Baswedan karena mendapat aliran dana dari sana.

‘Jadi paham kan kenapa ICW ribut banget ketika @KPK_RI dibersihkan’ tulis Denny dalam cuitan berbeda disertai artikel mediaindonesia yang berjudul ‘KPK Disebut Alirkan Dana Asing ke ICW’. (Prb/mediakita.co)