Rantepao, mediakita.co – Wacana pemekaran wilayah di Sulawesi Selatan memasuki babak baru yang krusial. Panitia Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Raya Toraja secara resmi menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Toraja Utara pada Selasa kemarin. Pertemuan yang berlangsung di ruang paripurna ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan sebuah pernyataan sikap politik yang mempertegas arah masa depan masyarakat di wilayah pegunungan dan pesisir ini.
Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran elite legislatif dan eksekutif. Pimpinan DPRD Toraja Utara memimpin jalannya rapat didampingi oleh seluruh ketua fraksi. Tak kalah penting, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Toraja Utara turut hadir memberikan dukungan moril terhadap langkah strategis ini.
Dari pihak Panitia DOB, delegasi dipimpin langsung oleh Ketua Formatur Musa Salusu, didampingi tim pengkajian yang terdiri dari Yunus Sirante, Yan Malino, dan Theo L. Kehadiran Dewan Pakar, Prof. Dina Gasong, memberikan bobot akademis yang kuat pada pemaparan rencana penggabungan dua kekuatan besar di Sulawesi ini.
Hasil RDP: Kesepakatan Bulat untuk Kesejahteraan
RDP yang berlangsung dinamis tersebut menghasilkan empat poin kesepakatan utama yang akan menjadi landasan pergerakan panitia ke depan:
- Dukungan Politik Penuh: Perwakilan dari seluruh fraksi di DPRD Toraja Utara menyatakan kehadiran dan prinsip yang sama: setuju untuk berjuang bersama masyarakat Luwu Raya. Aspirasi ini didasari pada satu visi besar, yaitu peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan kesejahteraan rakyat yang selama ini dianggap masih terhambat oleh rentang kendali pemerintahan yang terlalu jauh.
- Apresiasi Kinerja Panitia: Para legislator memberikan apresiasi tinggi kepada panitia pembentukan DOB yang dinilai bekerja dengan sangat cepat, terukur, dan memiliki langkah-langkah strategis yang jelas dalam memetakan potensi wilayah.
- Penguatan Kajian Akademik: Anggota DPRD memberikan masukan konstruktif untuk memperkaya naskah akademik. Salah satunya menekankan pentingnya memasukkan data potensi pertambangan di wilayah Luwu Utara dan Luwu sebagai modal dasar ekonomi provinsi baru nantinya.
- Tindak Lanjut Mekanisme: DPRD Toraja Utara berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hasil pertemuan ini sesuai dengan mekanisme perundang-undangan yang berlaku, termasuk persiapan administrasi yang diperlukan untuk diserahkan ke tingkat provinsi dan pusat.
Musa Salusu: “Bersatu dengan Luwu adalah Pilihan Paling Rasional”
Ditemui seusai pertemuan, Ketua Tim Formatur Musa Salusu tampak optimis. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat dan persetujuan dari seluruh anggota dewan agar Toraja bersatu dengan Luwu dalam satu payung provinsi.
Menurut Salusu, keputusan untuk mengusulkan Provinsi Luwu Raya Toraja bukanlah langkah emosional, melainkan hasil kajian mendalam. Tim pengkajian sebelumnya telah membedah tiga skema besar:
- Tetap bertahan sebagai bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan.
- Membentuk Provinsi Toraja Raya (hanya mencakup wilayah Toraja).
- Membentuk Provinsi Luwu Raya Toraja.
“Dari semua skema yang kami kaji, pilihan yang paling rasional, realistis, dan memiliki peluang besar untuk terwujud adalah bersatu dengan Luwu Raya,” tegas Musa Salusu.
Ia menjelaskan bahwa sinergi antara Toraja dan Luwu akan menciptakan efek domino ekonomi yang luar biasa. Jika kelak Bandara Internasional dan Pelabuhan Internasional dibangun di wilayah ini, sektor pariwisata Toraja yang sudah mendunia akan terintegrasi langsung dengan jalur logistik dan perdagangan di Luwu.
Lahirnya Raksasa Ekonomi Baru
Lebih lanjut, Salusu memaparkan visi mengenai munculnya “Raksasa Baru di Jantung Sulawesi”. Secara geografis, gabungan wilayah Luwu Raya dan Toraja mencakup hampir setengah dari luas wilayah Provinsi Sulawesi Selatan saat ini. Namun, kekuatan utamanya bukan hanya pada luas wilayah, melainkan pada sistem ekonomi komplementer (saling melengkapi).
| Sektor Unggulan | Kontribusi Wilayah |
| Pariwisata | Kekayaan budaya dan alam Toraja sebagai magnet dunia. |
| Pertambangan | Cadangan mineral yang kaya di wilayah Luwu dan Luwu Utara. |
| Pertanian & Perkebunan | Sentra kopi, kakao, dan padi yang melimpah di kedua wilayah. |
| Perairan & Jasa | Garis pantai Luwu yang panjang untuk sektor kelautan dan pelabuhan. |
“Penggabungan ini akan menyatukan sektor pariwisata, perdagangan, jasa, pertanian, perkebunan, perairan, hingga pertambangan dalam satu manajemen pemerintahan. Ini adalah mesin ekonomi yang sangat kuat,” tambahnya.
Edukasi Publik: Membaca Hasil Kajian Akademik
Menutup pernyataannya, Musa Salusu mengajak seluruh lapisan masyarakat, baik di Luwu Raya maupun di Toraja, untuk tidak sekadar ikut-ikutan, tetapi benar-benar memahami dasar perjuangan ini. Ia meminta rakyat untuk membaca dan mengerti hasil kajian akademik yang telah disusun oleh para pakar dan akademisi.
“Kami ingin masyarakat paham mengapa DOB Luwu Raya Toraja adalah pilihan yang logis. Ini bukan soal syahwat kekuasaan, tapi soal menciptakan sistem pemerintahan yang lebih dekat dengan rakyat dan mampu mengelola kekayaan alamnya sendiri secara mandiri,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari DPRD Toraja Utara dan semangat persatuan yang mulai mengkristal, langkah menuju Provinsi Luwu Raya Toraja kini bukan lagi sekadar mimpi, melainkan sebuah rencana nyata yang tengah dikawal menuju meja pemerintah pusat. Persatuan ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi kesejahteraan masyarakat di jantung Pulau Sulawesi. (Red/mediakita.co)











