Bandara Malang Ditutup akibat Erupsi Gunung Bromo
Bandara Malang Ditutup akibat Erupsi Gunung Bromo

Jakarta, mediakita.co – Erupsi Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur yang membawa abu vulkanik ke arah barat-barat daya menyebabkan Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang, ditutup mulai Senin, kata Kapusdatin Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho.

“Hujan abu vulkanik tipis di sekitar bandara menyebabkan pihak otoritas bandara menutup semua aktivitas penerbangan dari Senin pukul 11.00 WIB hingga Selasa (12/7) pukul 09.00 WIB,” kata Sutopo lewat keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan Gunung Bromo pada Senin pagi secara visual cuaca cerah-mendung, angin tenang, suhu 9-20 derajat Celsius. Asap kawah teramati kelabu kecoklatan sedang-tebal, tekanan lemah-sedang, tinggi asap berkisar 300-1.200 meter dari puncak kawah ke arah Barat-Barat daya.

Berdasarkan pengamatan Pos Gunung Bromo PVMBG, secara seismik tremor amplitudo maksimum 1-5 mm dominan 2 mm, artinya potensi erupsi kecil dengan membawa material abu vulkanik tipis masih akan berlangsung.

Status Gunung Bromo, kata dia, tetap waspada (level II). Rekomendasi PVMBG dalam status waspada, masyarakat di sekitar Bromo dan termasuk pengunjung, wisatawan dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius satu kilometer dari kawah aktif Bromo.

BACA JUGA :  Perpustakaan Kuda Keliling di Lereng Gunung Slamet

“Gunung Bromo tetap aman untuk wisata asal tidak melakukan aktivitas dalam radius satu kilometer,” katanya, dikutip mediakita.co dari antara jateng senin (11/7).

Masyarakat, kata Sutopo, diimbau tenang. Tidak perlu ada pengungsian. Pihak otoritas bandara akan terus berkoordinasi dengan PVMBG dan BMKG mengenai kelanjutan status buka tutup bandara.