Cerdas dan Bijak di Ruang Digital
JAKARTA, mediakita.co – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat “Cerdas dan Bijak di Ruang Digital”, Jumat (15/10/2021).

Dalam seminar tersebut, terdapat tiga pembicara yang mumpuni pada bidangnya, narasumber pertama yaitu Junico BP Siahaan, SE yang saat ini menjabat sebagai anggota komisi I DPR RI. Narasumber kedua adalah Prof. Widodo Muktiyo selaku Guru Besar UNS serta mengundang Prof. DR. Cecep Darmawan, S.Pd, S.IP, SH, MH, M.Si selaku Guru Besar UPI.

Seminar ini diselenggarakan pada hari Kamis, 14 Oktober 2021 pada Pukul 14.00 WIB. Melalui platform Zoom Meeting.

Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap program literasi digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, webinar yang memiliki beberapa tujuan salah satunya adalah untuk menghimbau masyarakat luas. Khususnya dalam sisi perkembangan digital, dan juga harus memahami betul dalam gadget sebagai alat dari literasi digital dari setiap generasi, masih banyak beberapa generasi yang belum mahir dalam digital.

ajibpol

Di Indonesia sendiri, sudah 170 juta penduduk Indonesia sudah active di sosial media, sudah semudah itu kita semua dalam mengakses dalam digital. Lalu sudah 98.2% dari jumlah penduduk di Indonesia sudah menggunakan Smart Phone.

Diawali dengan narasumber pertama dengan materi yang sampaikan yaitu dengan Junico BP Siahaan, SE yang saat ini menjabat sebagai anggota komisi I DPR RI menyampaikan bahwa Peran DPR di dalam dunia digital ini adalah membuat perundang undangan mengenai perlindungan data pribadi. Juga tentang penyiaran yang tentu saja berhubungan langsung mengenai keamanan dan kenyamanan bagi pengguna dunia digital.

Peran DPR juga, adalah menyiapkan anggaran yang diperlukan untuk membangun infrastruktur TIK dan terakhir menjadi pengawas di dunia digital, yang tugasnya antara lain memastikan tidak adanya ketimpangan digital serta berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat lain. Serta memastikan hak masyarakat di dunia digital yang ada di tupoksi Kominfo terpenuhi.

BACA JUGA :  WhatsApp Eror, Inilah Penyebabnya

Nico menekankan beberapa hal yang intinya adalah bahwa kita harus mampu menyiapkan sumber daya manusia meningkatkan keterampilan berpikir, cinta terhadap ilmu dan implementasi konsep literasi di dunia pendidikan. Nico menambahkan bahwa acara webinar seperti sangat penting, tidak kalah pentingnya dengan membangun prasarana digital sampai ke pelosok nusantara, karena percuma jika tidak digunakan dengan baik dan juga memberikan hasil yang positif, sehingga kita bisa menjadi bangsa pemenang terutama menjelang generasi emas 2045.

Prof. Widodo Muktiyo selaku Guru Besar UNS selaku narasumber kedua. Dalam paparannya, Prof. Widodo menginfokan bahwa tantangan di zaman sekarang dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi bisa menjadi makanan maupun menjadi racun, untuk itu yang pertama kita harus memberikan informasi yang positif, meningkatkan kualitas diri dengan memperluas wawasan dalam rangka meningkatkan kecerdasan digital, mawas diri dan membangun critical thinking sehingga nantinya akan menjadi pribadi yang inspiratif dan memberikan manfaat bagi masyarakat, dan juga ingat bahwa apapun yang dilakukan di dunia digital memiliki jejak digital sehingga kita perlu untuk berhati hati.

Dijelaskan, bahwa kegiatan ini bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua untuk selalu berbuat baik baik, mari kita membuat jejak digital yang positif dan mari kita secara cerdik dan cerdas menghindarkan diri  dari hal yang negatif.

BACA JUGA :  Putus Rantai Penularan Covid 19, Bupati Tana Toraja Himbau Diaspora Toraja Tunda Pulang Kampung

Selanjutnya adalah paparan materi terakhir dari narasumber Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.Pd, S.Ip, SH, MH, M.Si., selaku Guru besar UPI.

Disampaikan bahwa fungsi dari media sosial itu sangatlah banyak tentunya untuk interaksi dan integrasi yang diharapkan didalamnya terdapat pribadi dengan berkarakter yang baik di ruang publik. Dimana kita mengetahui hak, kewajiban, serta tanggung jawab kita, menaati hukum, memiliki daya pikir kritis mengedepankan cek dan ricek sehingga kita tidak mudah termakan berita bohong atau Hoax serta menghormati ruang pribadi orang lain.

Dan juga dijelaskan ada quotient yang komponen digital citizenship nya mempunyai peran kognitif, emosional dan perilaku yang harus seimbang untuk menciptakan sikap positif di ruang digital.

Cecep menjelaskan bahwa literasi digital ini merupakan kekuatan bagi bangsa Indonesia, jika ingin menjadi bangsa pemenang maka literasi digital adalah syarat utamanya, perkuat literasi digital dengan wawasan yang baik, menjadi good and smart citizen.

Setelah paparan materi dari ketiga narasumber, moderator membuka sesi tanya jawab. Para peserta sangat antusias dalam memberikan pertanyaan. Dari 150 peserta, terdapat lima pertanyaan yang terpilih. Sesi diskusi berjalan interaktif antara narasumber dan peserta. Para peserta yang bertanya juga mendapat doorprizes.

Setelah selesai sesi diskusi, moderator mengembalikan acara kepada MC. MC memberikan plakat kepada para narasumber secara online sebagai simbolis ucapan terima kasih. Di-akhir acara juga dilakukan foto bersama dengan seluruh peserta lalu selanjutnya resmi ditutup oleh MC. Dengan adanya acara ini diharapkan masyarakat dapat melakukan literasi digital sebagai dukungan kepada pemerintah mewujudkan transformasi digital Indonesia.