Dituding Kehabisan Akal, Stiker Panwas Dinilai Tak Santun Dan Provokatif
Dituding Kehabisan Akal, Stiker Panwas Dinilai Tak Santun Dan Provokatif,

PEMALANG, mediakita.co- Sosialisasikan netralitas PNS, Panwas Kabupaten Pemalang keluarkan Sriker yang berisi tulisan PNS Bukan Boneka Penguasa. Terkait hal itu, PNS menanggapinya beragam dan beberapa sumber bahkan menilainya sebagai cara yang kurang santun.

Koordinator Presidium Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Pemalang Puji Dwi Darmoko menyatakan bahwa secara budaya kurang tepat. Panwas seperti kehabisan akal dan cara sehingga pakai terminologi boneka padahal masih banyak kata bijak lainnya.

“ Kalimat stiker panwas Itu sangat profokatif, mengadili dan feodalistik. Toh tidak semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) bermain-main. Kalaupun ada itu oknum. Jangan-jangan panwas sudah terprovokasi oleh konflik kepentingan,” kata budayawan dan dosen STIT Pemalang ini kepada mediakita.co.

Senada dengan itu, pengacara muda Anggoro Adi Atmojo, SH menilai bahwa dari sisi redaksionalnya akan lebih pas jika menggunakan bahasa yang tidak menimbulkan kontroversi dan multi tafsir. Seoah-olah kondisi birokrasi di Pemalang di interprestasikan sebagai boneka. Sehingga menimulkan ketidak nyamanan suasana hati bagi PNS. Padahal jika yang dimaksud adalah netralitas PNS, panwas cukup dengan menggunakan bahasa normative sesuai fungsinya.

BACA JUGA :  Pohon Pinang Mahal, Pohon Pisang pun Jadi

“ Kita bisa memahami maksud, tujuan dan harapan Panwas, agar dalam pelaksanaan Pemilukada birokrasi bersikap netral. Tentunya, himbauan itu harus dengan tetap mempertimbangkan konsudifitas pemerintahan. Karena sesungguhnya, maksud dan tujuannya adalah sosialisasi dan himbauan yang bersifat mengingatkan. Disini panwas sebagai salah satu penyelenggara pilkada juga memiliki tanggung jawab menjaga kondusifitas dalam Pilkada,” jelasnya.

Disini, menurut pengacara yang juga penggiat anti korupsi ini menambahkan bahwa panwas harus cermat dan hati-hati dalam melakukan sosialisasi dan himbauan. “ Kita mendukung upaya panwas, tetapi tidak boleh dengan melupakan kewajiban yang melekat untuk menjaga iklim kondusifitas di mayarakat maupun pemerintahan daerah,” tegasnya.

Sementara dihubungi melalui telepon, Ketua Panwas Kabupaten Pemalang Hery Setyawan menjelaskan bahwa stiker itu dibuat untuk menjaga netralitas PNS terkait Pilkada pemalang yang diikuti diantaranya oleh 2 pasangan dari incumbent. “ itu kan hanya tafsir saja, sebenarnya ya biasa saja dan itu kan untuk menjaga netralitas PNS agar jangan mau disuruh-suruh untuk mendudung dan memihak tertentu, terutama calon dari inckumben. Kan ada 2 pasangan calon dari incumbent,” kilahnya.