Peringati Hari tani, Peran Bulog Disoal-Relawan Jokowi Desak Presiden Ubah Tata Niaga Pangan, Ini katanya…
Peringati Hari tani, Peran Bulog Disoal-Relawan Jokowi Desak Presiden Ubah Tata Niaga Pangan, Ini katanya…

PEMALANG, mediakita.co- Puluhan Relawan Tani yang tergabung dalam Pejuang Kedaulatan Pangan daerah (Korda-PKP) Kabupaten Pemalang  adakan diskusi di kantor mediakita.co dalam rangka peringati 55 tahun hari tani nasional tahun2015, Kamis (24/9).

Diskusi yang bertajuk menggagas strategi terwujudnya kedaulatan pangan di Indonesia ini merupakan kali kedua, setelah sebelumnya pada Rabu (23/9) lalu diskusi digelar bersama komponen penggiat pertanian berbeda.

“ Banyak masyarakat lupa bahwa hari ini adalah hari tani, bukan semata karena bertepatan dengan Raya Idhul Adha, tetapi bahkan tidak tahu karena selama puluhan tahun negara tidak lagi merayakan Hari Tani,” kata asep, anggota PKP yang aktifis GMNI Unsud Purwokerto.

Dari catatan mediakita.co, salah satu yang tema menarik yang mengemuka dalam diskusi hari ini adalah pembahasan peran bulog dalam fungsinya sebagai penyangga pangan nasional yang dikritisi secara tajam. Menurut Sekjen INISIAC dan Ketua Koordinator Nasional Pejuang Kedaulatan Pangan (KORNAS-PKP) Ali Sa’roni mengatakan, Bulog tidak mampu menangani hasil panen petani secara maksimal. Yang terjadi adalah gabah di petani di beli oleh penggilingan padi yang tersebar di pedesaan.

BACA JUGA :  Kasus Baru Covid 19 Kabupaten Pemalang Bertambah Empat Orang

“ Masalahnya adalah di pengilingan padi tersebut beras dipilah menjadi 2, yang bagus masuk supermarket dengan harga berkisar 20 ribu/kg. Kedua, beras pecah dan jelek kemudian dijual oleh pedagang ke Bulog. Celakanya, yang masuk bulog adalah beras paling jelek yang di beli dari pedagang dengan Harga Pokok Pembelian (HPP) sesuai standard harga pemerintah Rp. 7.300,-. Dan oleh Bulog, beras ini dijual untuk raskin yang dipasaran beras standard harganya berkisar hanya sekitar Rp. 3.000 an saja,” paparnya.

Sementara, menurut Burhan (34) dari Sahabat Tani Kecamatan Ulujami Pemalang mengingatkan bahwa selama ini Bulog lebih berfungsi sebagai alat legitimasi pengusaha. “ Sebenarnya stok padi nasional cukup, tidak perlu impor beras. Presiden harus ubah tata niaga pangan nasional agar lebih berpihak kepada petani,” pintanya.

Senada dengan Burhan, Ketua KORDA-PKP Kabupaten Pemalang Bambang Mugiarto (48) mengingatkan pentingnya peran Relawan Jokowi untuk segera tampil secara nyata dalam pembenahan tata niaga pangan nasional. “ Keterlibatan relawan Jokowi dalam mengawal kebijakan Swa Sembada Pangan yang dicanangkan Presiden Jokowi dan pentingnya reposisi tata niaga pangan nasional yang berpihak kepada petani mutlak dilakukan, sebelum kita mati di lumbung beras di negeri agraris yang gemah ripah loh jinawi ini,” tegasnya. (Ikhrom)