Ilmuwan Teliti Novel Kriminal Agatha Christie. Caranya?

Mediakita.co. Anda penyuka novel kriminal si “Ratu KriminalAgatha Christie?

Kalau ya, anda pasti sudah membaca “Murder on the Orient Express” dan “Death on the Nil“. Dan seberapa sering anda tertipu dengan alur dan akhir cerita yang penuh muslihat Agatha Christie?

Dalam rangka merayakan 125 tahun kelahiran si “Ratu Kriminal” tersebut, sejumlah ahli menganalisa kode, motif dan lokasi pembunuhan dalam setiap cerita detektif karangannya. Penelitian tersebut dilakukan terhadap 27 buku detektif sepanjang 83 tahun hidupnya, seperti dikutip mediakita.co dari Medan Bisnis Daily.

Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah cara kematian si korban selalu menjadi kata kunci. Karangan Christie selalu berpola.

Menurut Belfast, salah satu tim peneliti dari Universitas Queen, Inggris, pihaknya juga menemukan beberapa pola yang ditemukan dalam novel legendaris tersebut. Misalnya tahun pembunuhan, karakter detektif, jenis kelamin pelaku, motif hingga penyebab kematian.

“Kami juga membuat program analisis, Semantria yakni bagaimana cara Christie membuka kedok si pelaku dan bagaimana cara ia menyebutkannya dalam setiap bab,” jelasnya.

BACA JUGA :  Soal Ijin Tenaga Kerja dari Tiongkok, Rizal Ramli: Itu Teman Saya Sudah Kayalah, Berhenti Kek Sebentar!

Apabila pelakunya wanita, Christie akan memberikan sentimen negatif dan jika pria, ia akan lebih netral bahkan kadang positif. Statistik juga menunjukan 75 persen karakter pembunuh dalam novel Agatha Christie adalah wanita. Motif terbanyak adalah emosi sedangkan pembunuh pria alasan logis lebih dominan.

sumber gambar : Greatest Mind