Ini Asal Muasal Jamu
Asal Muasal Penual Jamu

PEMALANG, mediakita.co- Siapa yang tidak mengenal jamu? Obat tradisional yang kemahsyurannya turun temurun ini memang betul-betul melegenda.

Bagaimana tidak? Sejak kemunculannya pada kurang lebih abad 8 Masehi, jamu terus menjadi alternatif obat tradisional yang mujarab hingga hari ini.

Ahli bahasa Jawa Kuna menyebut, istilah jamu berasal dari singkatan dua kata bahasa Jawa Kuno yaitu djampi (penyembuhan dengan ramuan obat atau doa-doa) serta oesodo (kesehatan).

Istilah oesodo pada tahun-tahun selanjutnya kalah populer dibanding istilah jampi yang makin populer di kalangan keraton. Sementara sebutan “jamu” mulai diperkenalkan kepada publik oleh dukun atau tabib pengobat tradisional.

Bukti keberadaan jamu sebagai pengobatan terpahat secara apik pada relief Candi Borobudur yang menggambarkan kebiasaan meracik dan minum jamu untuk memelihara kesehatan.

Bukti sejarah lainnya yaitu penemuan prasasti Madhawapura dari peninggalan Kerajaan Hindu-Majapahit yang menyebut profesi Acaraki, yang berarti “tukang meracik jamu”.

Seorang Acaraki harus melakukan meditasi dan berpuasa terlebih dahulu untuk meracik jamu. Ini dilakukan agar dia dapat merasakan energi positif untuk dituangkan dalam ramuan kesehatan yang dibuatnya.

BACA JUGA :  Travel Guide for Couples To The Most Beautiful Cities in Asia

Selain itu, seperti dikutip dari suaramerdeka.com. pada abad yang lebih kontemporer, pengobatan penyakit di zaman Jawa kuna dengan menggunakan obat-obatan dari alam juga dapat ditemukan dalam Serat Centhini.

Konon, Serat Centhini dianggap sebagai kitab dengan penjelasan terbaik mengenai penyakit beserta obatnya. Yang menarik lagi, perpustakaan Keraton Surakarta bahkan menyimpan Serat Kawruh Bab Jampi-jampi yang memuat 1.734 resep jamu yang terbuat dari bahan alami, berikut rekomendasi penggunaan dan dosisnya.

Kini, tentu masih bisa ditemukan jamu-jamu tradisional yang dijajakan secara berkeliling oleh simbok penjual jamu. Beras kencur, kunir asem, sampai temu ireng dan godhong kates, masih bisa kita rasakan dengan harga yang sangat terjangkau.

Tak ayal, kelestarian jamu tradisional pun dirasa perlu untuk ditasbihkan sebagai warisan budaya dunia. Ya, bagaimanapun kembali ke alam merupakan cara yang mudah, murah, dan tepat untuk mengatasi keluhan penyakit di era modern ini.