Ini Kata Dialek Pemalang Yang Bermakna Jorok di Daerah Pemalang Lainnya
Ini beberapa dialek Pemalang yang bermakna jorok di Daerah Pemalang lainnya

PEMALANG,mediakita.co- Sebagai sebuah wilayah, Pemalang merupakan salah satu daerah dengan ciri bahasa dan dialek yang tergolong unik dan cukup kaya. Disatu sisi bahasa Pemalang cenderung ngapak, tapi disisi lain ada beberapa daerah kecamatan yang memiliki dialek bandek.

Karena keragaman dialek bahasa Pemalang itulah maka harus hati-hati karena ada beberapa kata yang di satu daerah bermakna baik di sebagian daerah Pemalang lainnya bisa bermakna sebaliknya. Dialek geografi, dialek temporal, serta register dalam Bahasa Jawa dan Pemalang Khususnya memang sangat beragam sehingga seringkali menyulitkan orang yang mempelajarinya.

Beberapa kata unik yang memiliki arti berbeda bahkan bermakna jorok (tidak etis) di daerah satu dengan daerah lainnya di Kabupaten Pemalang adalah sebagai berikut :

  1. TLEMBUK

Di daerah Pemalang kota dan sebagian wilayah Pemalang timur, tlembuk adalah nama makanan gorengan yang terbuat dari ampas kelapa yang difermentasikan. Tempe tlembuk merupakan salah satu makanan khas Pemalang dan di Banyumas makanan ini disebut dengan Bongkrek.

Sebaliknya, di daerah Pemalang selatan atau tepatnya di Randudongkal ke selatan kata tlembuk memiliki arti sebutan untuk orang yang berprofesi sebagai Pelacur. Sedangkan nama gorengan tlembuk di daerah ini disebut dengan gorengan dages. Maka hati-hati, di daerah ini jangan sekali-kali bicara minta tlembuk. hehe

  1. SI-DE

Kata si-de di desa tepian kota Pemalang berarti pak de atau uwak. Sebaliknya, di daerah Pemalang selatan seperti Randudongkal ke selatan bermakna lain. Kata si- digunakan untuk memanggil orang yang lebih tua usianya termasuk dilarang dan tidak sopan. Karena kata si-hanya digunakan untuk memanggil orang yang lebih muda. Demikian halnya dengan kata de- yang lazim digunakan untuk memanggil saudara yang usianya lebih muda. De di daerah ini berarti adik.

  1. GARU

Di daerah Kecamata Pemalang seperti mulyoharjo dan Bojongbata dan sekitarnya, garu juga dipakai untuk nama sisir atau Jungkat. Sedangkan di daerah selatan, garu memiliki makna tunggal yaitu alat untuk menyiang sawah. Maka jangan pinjam garu tunuk menyisir rambut, bisa gawat… haha

Menurut jumlah penutur dan wilayah sebarnya, Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa terbesar di dunia dengan jumlah penutur asli sekitar 80 juta orang, dan merupakan bahasa lokal terbesar dan terbanyak penggunanya di Indonesia.

Ada yang nemu bahasa unik serupa lainnya ? silahkan post di sini. Indahnya Pemalang. (01/mk)

BACA JUGA :  Pemkab Pemalang Luncurkan Pelayanan Perijinan Online, 1 hari Kelar