Ini Salah Satu Pabrik Minyak Cengkeh Khas Pemalang
Ini Salah Satu Pabrik Daun Cengkeh Khas Milik Pemalang

PEMALANG, mediakita.co – Sejumlah tempat penyulingan minyak daun cengkih di Desa Karangsari Kecamatan Pulosari, masih menjadi salah satu sektor sektor industri khas Pemalang. Meskipun, jumlah tanaman cengkeh tidak sebanyak dulu menyusul harga cengkeh di tingkat petani yang anjlok pasca orde baru mengeluarkan Kepres Nomor 8 Tahun 1980.

“Waktu itu pemerintah kan melalui Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) mendirikan badan kontrovesi tata niaga – penyangga cengkeh nasional yang mengatur tata niaga cengkeh melalui Badan Penyangga Perdagangan Cengkeh (BPPC) yang berujung rontoknya harga cengkeh di tingkat petani. Akibatnya petani cengkeh di daerah sini beramai-ramai menebang tanaman cengkeh dan mengganti dengan tanaman lain,” jelas Dasuki, pemilik penyulingan minyak cengkeh kepada medikita.co di lokasi penyulingan minyak daun cengkeh miliknya hari ini.

Meskipun begitu, Dasuki mengaku bahwa tanaman cengkeh yang ada di Desa Karangsari dan sekitarnya masih bisa menopang bahan baku daun cengkeh beberapa tempat penyulingan. ” Di Desa Karangsari saja ada 6 tempat penyulingan dalam bahasa orang sini, bahasane wong ndesa, menyebutnya dengan pabrik. Lumayan, bisa menciptakan lapangan kerja dan tambahan penghasilan”, ucapnya.

BACA JUGA :  Perumda Air Minum Tirta Mulia Luncurkan Program Hibah Air Minum Sebanyak 2.000 Sambungan

Dasuki menjelaskan, bahwa meskipun tanaman cengkih tidak lagi menjadi komoditas primadona seperti dulu, namun dari yang tersisa saat ini dapat menghasilkan produksi minyak cengkeh sebanyak 17-18 kg per hari untuk satu tempat penyulingan. Artinya, satu desa masih bisa memproduksi sekitar 1 kuintal minyak cengkeh per hari di Desa Karangsari saja.

BACA JUGA :

Korep Sang Pejuang
Ilalang, Meretas Kebekuan Seni Lukis Pemalang
ASAL USUL NAMA DESA DAN PANTAI WIDURI

Pria paruh baya yang juga bekerja sebagai staf PNS di Kecamatan Moga ini menambahkan, ” Harga daun cengkeh kita beli ke pemulung Rp. 1500,-/kg. Kapasitas produksinya 12 kuintal daun cengkeh untuk sehari semalam dengan 2 kali rebus . Dan harga minyak sekarang Rp. 31.000,-/kg,” ulasnya.

Tempat penyulingan minyak tersebut sepintas ketika dilihat dari jalan, nampak hanya berupa rumah sederhana yang kotor oleh bertumpuk-tumpuk daun cengkeh kering yang menggunung disekitarnya. Tidak ada papan nama perusahaan atau tulisn yang menjelaskan sebagai tempat usaha penyulingan sebagaimana umumnya. Kegiatan produksinyapun hanya dilakukan lebih dengan teknologi padat karya dengan peralatan dan tenaga kerja seadanya. (R-01)