PEMALANG, mediakita.co- Puskesmas Mulyoharjo Kabupaten Pemalang membuat sebuah inovasi yang dinamakan ‘KOPI TUBRUK.’
KOPI TUBRUK merupakan akronim dari Kolaborasi Pemeriksaan Terintegrasi Tuberkulosis.
Secara khusus Puskesmas Mulyoharjo memberi perhatian kepada penyakit Tuberkulosis (TB).
Apalagi pengidap di Indonesia menempati posisi kedua terbanyak di dunia setelah India.
Di Pemalang sendiri, orang yang terduga TB mencapai 53,94 persen, hal itu tercatat dalam data tahun 2022 yang lalu.
Kepala Puskesmas Mulyoharjo, dr. Noor Fauziah Maenofie, menjelaskan tentang KOPI TUBRUK.
“Salah satu penyebab permasalahan TB itu, belum adanya kerja sama lintas program pada pemeriksaan TB, khususnya pada anak,” ujarnya.
“Untuk itu, Puskesmas Mulyoharjo membuat inovasi KOPI TUBRUK,” imbuhnya.
Ia menerangkan, KOPI TUBRUK juga mencakup pemeriksaan gizi pada anak yang terindikasi stunting.
Strategi Jemput Bola
Petugas dari Puskesmas Mulyoharjo, mendatangi dari rumah ke rumah untuk menggali potensi anak terjangkit TB.
Usai diterapkan yang akrab disebut sebagai jemput bola, penemuan angka TB pada anak pun meningkat.
Bahkan peningkatannya mencapai sepuluh kali lipat. Tahun 2024, dari 152 anak yang dilakukan skrining, ditemukan 46 kasus positif TB. Sedangkan tahun 2025 dari 203 skrining, 44 diantarnya positif.
KOPI TUBRUK Berdampak Positif untuk Tumbuh Kembang Anak
Karena anak mendapat perbaikan asupan gizi, maka dampak positifnya tumbuh kembang anak pun semakin bagus.
Oleh karena itu, inovasi ini (KOPI TUBRUK) dapat membawa anak tumbuh lebih optimal.
Oleh: Arief Syaefudin











