Kapolres Persempit Ruang Gerak Paham Terorisme di Pemalang
Aksi Tolak Paham Radikalisme dan Terorisme

NU dan Pemuda Pancasila Lawan Paham Radikalisme

PEMALANG, mediakita.co- Pemalang melawan dan mengutuk terorisme, demikian tema aksi yang digelar Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), Mahasiswa dan Pelajar Pemalang. Kapolres yang dijemput hadir bersama Forpimda Pemalang, mengapresiasi dan mengajk persempit ruang gerak mereka.

Dalam orasinya, Kapolres Pemalang AKBP Kingkin Winisuda mengajak semua pihak untuk bersama-sama buka mata, buka telinga tingkatkan kepekaan, tingkatkan kepedulian terhadap perkembangan dinamika masyarakat di sekitar kita. ” Kita jangan terlalu apatis, underestimed (meremehkan), jangan kita terlalu cuek. Mari kita budayakan tentang pola hidup berdasarkan Pancasila.

Lebih lanjut, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk secara bersama-sama mengawal di negara ini khususnya Kabupaten Pemalang untuk lebih aman, nyaman, tentram. ” Mari kita persempit ruang gerak mereka apakah mereka itu teroris, apakah mereka itu bentuk-bentuk radikalisme yang lain, kita persempit ruang gerak mereka,” pintanya.

Sementara, ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang, Gandung Guntoro secara khusus mengutuk aksi teror di Polresta Surakarta. Menurutnya, berbagai aksi terorisme di Indonesia yang mengait-ngaitkan agama adalah satu bentuk nyata dari upaya penyesatan pandangan hidup bangsa.

BACA JUGA :  PT Nusa Halmahera Mineral Revitalisasi Program CSR Menuju Kemandirian Desa Sekitar

“Pandangan hidup Bangsa Indonesia adalah Pancasila, itu final dan harga mati. Pancasila telah menjamin kebebasan beragama dan keragaman itu sebagai satu kesatuan yang setara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesa,” tegasnya.

Pemuda Pancasila menyatakan sikap Perang terhadap Terorisme dan Siapapun yang mencoba merongrong kewibaan Negara Pancasila. “ Kami tidak takut, dan kami akan menjadi garda terdepan untuk melawannya,” bebernya.

Selain itu, Ketua PC. GP Ansor Kabupaten Pemalang, Mafudin menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) menolak keras bentuk radikalisme dan mengutuk tindakan bom bunuh diri. Agama tidak mengajarkan jihad dengan menyakiti diri sendiri, apapun alasannya.

“NU bersikap tegas, radikalisme dan terorisme harus di tindak basmi dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. NU siap melawan terhadap ajaran dan paham radikalisme yang ada di Pemalang,” tegas Mafudin dalam orasinya.

Oleh           : Aries Maulana

Redaksi : mediakita.co