Kasus Positif Covid 19 Bertambah lagi: 579 Terinfeksi,  30 Orang  Sembuh dan 49 Meninggal Dunia
Achmad Yurianto ( Foto : detik.com)

Nasional, mediakita.co – Pemerintah baru saja menyampaikan update terbaru perkembangan kasus covid 19 di Indonesia (23/03/2020). Pemerintah melalui Juru Bicara Penanganan Covid 19 Ahmad Yurianto menyampaikan bahwa terjadi penambahan kasus baru sebesar 65 kasus, 1 orang sembuh dan 1 tambahan meninggal dunia.

Dengan adanya penambahan ini berarti taotal kasus covis 19 di Indonesia menjadi 579 kasus terinfeksi, 30 orang sembuh dan 49 orang meninggal dunia.

Dalam kesempatan itu Ahmad Yurianto kembali mengingankan masyarakat bahwa cara yang paling efektif untuk mencegah terjadinya penularan covid 19 adalah menjaga jarak dan selalu mencuci tangan.

‘Saat ini cara yang paling efektif untuk mencegah terjadinya penularandari orang ke orang oleh covid 19 adalah dengan cara menjaga jarak dalam berkomunikasi, ini adalah cara yang paling baik dan paling benar dalam mencegah penyebaran virus dan barang tentu yang juga harus selalu diperhatikan adalah selalu mencuci tangan dengan sabun’ tutur Yuri.

Yuri juga menuturkan jika ada seseorang yang merasa atau menduga dirinya terinfeksi covid 19 jangan memutuskan sendiri untuk mengkonsumsi obat – obatan yang diyakini bisa menyembuhkan atau mengobati penyakit ini padahal belum terbukti secara ilmiah.

BACA JUGA :  PWKS Penggemar Wayang Ki Seno Nugroho (Alm) Sempat Bikin Den Baguse Ngarso GR

‘Melalui kesempatan ini juga saya menyampaikan kepada masyarakat apabila merasa dirinya terinfeksi covid 19 jangan memutuskan sendiri untuk mengkonsumsi obat – obatan yang diyakinai bisa menyembuhkan atau mengobati penyakit ini padahal belum terbukti secara ilmiah, mari kita sama – sama berpikir secara rasional’ lanjut Yuri

Yuri juga menghimbau agar masyarakat bersama – sama memanfaatkan fasilitan yang disiapkan oleh pemerintah dengan cara menghubungi dokter atau menggunakan fasilitas secara virtual aplikasi – aplikasi beberapa unicorn yang sudah bekerja sama dengan pemerintah atau menghubungi langsung di hotline 119.