Ketua PBNU Sebut Kapolri  Listyo Sigit Prabowo Sebagai Anggota  NU Cabang Nasrani
Ketua PBNU KH Said Agil Siradj dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Nasional, mediakita.co – Sehari setelah dilantik sebagai Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke Markas NU di Kramat Jakarta Pusat. Didampingi beberapa perwira, Kapolri diterima langsung oleh Ketua PBNU KH Said Agil Siradj.

Ketua PBNU mengaku bahwa ia sudah mengenal Listyo Sigit Prabowo sejak lama saat menjadi Kapolres Pati, Solo dan Kapolda Banten.

‘Bapak Kapolri yang masih sangat baru, Bapak Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang saya secara pribadi sudah mengenalnya sejak lama, sejak belian Kapolres Pati, Kapolresta Solo dan Kapolda Banten’ tutur KH Said Agil Siradj

Beliau juga mengatakan bahwa Listyo Sigit sangat dekat dengan para ulama dan sangat menghargai dan hormat dengan ulama dan para kyai.

‘Selama ini saya tahu beliau sangat hormat dengan ulama dan kyai di Banten antara lain dengan dengan Mbah Muhtadi dari suku Banten dengan Mbah Sahal juga dekat dan Kyai Amin juga dekat, Wapres itu’ sambung KH Said Agil

Di hadapan para wartawan dan pengurus PBNU, Ketua PBNU berkelakar bahwa Kapolri yang baru Listya Sigit Prabowo adalah anggota NU Nasrani.

BACA JUGA :  Hadiri Natal Nasional 2016, Presiden Jokowi: Torang Samua Basudara

‘Karena itu bagi saya, Bapak Sigit ini tidak asing lagi, bahkan bisa dikatakan warga NU cabang Nasrani’ kelakar KH Said Agil disambut tawa para awak media.

Sebelumnya Listyo Sigit juga berkelakar bahwa ia jika ada anggotanya yang tidak mau bertemu dengan para Nahdiyin berarti mereka tidak menghargainya sebagai anggota  Nahdiyin.

‘Warga NU yang ada di wilayah, di cabang jika ada anggota polisi, kapolsek, kapolres, kapolda yang tidak mau bertemu dengan NU berarti tidak menghormati saya sebagai warga Nahdiyin’ kelakar Sigit.

Sigit berkunjung ke markas NU sebagai salah satu bentuk komitmennya untuk menjaga kesatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI yang harus melibatkan semua pihak. Kita tahu bahwa NU adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia yang selama ini sangat setia kepada Pancasila dan NKRI. (prb/mediakita.co)