LCKI: Transparansi Keuangan dan Kegiatan Kunker KONI Itu Mudah, Kenapa Jadi Sulit Sih?
Ketua LCKI Salatiga Joko Tirtono

Salatiga, Mediakita.co,- Transparansi keuangan dan laporan kegiatan Kunjungan Kerja KONI Salatiga ke Kota Cimahai serta Kota Bandung dipertanyakan oleh LSM Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LKCI) Kota Salatiga. Maksud LCKI, agar masyarakat umum mengerti penggunaan dana APBD dan hasil-hasil studi banding tersebut. Demikian disampaikan oleh Ketua LCKI Salatiga Joko Tirtono, Senin (16/12/19).

“Kami tidak mempermasalahkan kunkernya. Namun transparansi pengeluaran untuk kegiatan itu, serta manfaatnya bagi kota dan masyarakat Salatiga perlu disampaikan secara faktual,” ungkap Joko.

Pria yang berprofesi sebagai pengacara itu mengajak KONI buka-bukaan soal anggaran yang digunakan. “Ayolah buka saja ke masyarakat, berapa dana yang digunakan untuk kegiatan Kunker. Masyarakat perlu mengetahuinya. Transparansi pengunaan keuangan sangat penting untuk mengetahui pemanfaatan dana APBD bagi kemajuan olah raga Salatiga ke depan,” lanjutnya.

Sebenarnya, menurut Joko, menyampaikan ke masyarakat mengenai penggunaan keuangan dan laporan kerja selama di Cimahi dan Bandung, bukanlah pekerjaan yang sulit. “Mudahlah, itu kan pekerjaan keseharian dalam pertanggungjawaban kegiatan di banyak lembaga, termasuk KONI. Kenapa jadi sulit sih?,” tegas Joko.

BACA JUGA :  LCKI Cermati Rencana Kunker KONI Salatiga

Sebelumnya, KONI Salatiga melalui Bidang Media dan Humas Dhinar Sasongko menyatakan bahwa studi banding yang dilakukan sangat membantu pihak KONI.

“Semua pihak bebas berkomentar mengenai kegiatan ini. Hanya saja, kegiatan ini sangat membantu kami, para insan olahraga, memahami tentang perkembangan olahraga di era sekarang. Bagaimana pengembangan sport tourism dan sport science”, jelas Dhinar. (sf/Mediakita.co).