Masyarakat Mendukung dan Mendesak Polisi Publikasikan Pendonor Organisasi Terlarang FPI
Usut Pendonor FPI

Nasional, mediakita.co – PPATK telah usai melakukan analisis terhadap transaksi 92 rekening FPI. Berdasarkan temuan PPATK polisi menyebut bahwa ada transaksi mencurigakan yang terjadi pada sejumlah rekening FPI.

Polisi menyebutkan bahwa ada transaksi lintas negara yang cukup besar mengalir ke dan keluar dari rekening FPI. Hingga kini polisi baru mengungkap adanya transaksi lintas negara, belum mengungkapkan pendonor-pendonor dalam negeri.

Karena itu masyarakat mendesak polisi untuk membuka secara lengkap transaksi rekening FPI berikut para pendonornya. Hal itu diungkapkan warga net hingga #PublikasikanPendanaFPITeroris trending di lini twitter.

‘PPATK melacak satu persatu terkait pemasok dana pd rekening FPI. Semua hrs diusut tuntas siapa yg menyokong kegiatan FPI selama ini dan apa motif dibaliknya” cuit akun https://twitter.com/RETHA_Monicaa

Hal yang sama disampaikan oleh akun https://twitter.com/LgVeder ‘Usut tuntas dan publikasikan di hadapan Publik darimana saja dan untuk tujuan apa, dana lintas Negara yg ada di rek fpi’  tulisnya

“Munarman dan Pembiayaan Terorisme dari Karyawan BUMN ke FPI dan HTI Segera usut hingga tuntas’ cuit pula akun https://twitter.com/fortoener

BACA JUGA :  Kisah Capt Mafella Pilot yang menyelamatkan 140 Penumpang dari Gempa Palu, Sembuh dari Covid 19

Selain didesak membuka penyandang dana FPI ke publik polisi juga mendapat dukungan agar tidak ragu-ragu melakukan penindakan kepada mereka yang terlibat memberikan dukungan dana.

‘Terungkap ! Dari sekian banyak rekening FPI yang ditelusuri, PPATK menemukan indikasi ada salah satu transaksi yang dicurigai ke jaringan afiliasi Al Qaeda Makin terang nih ayo ungkapan semua pendana FPI’ tulis akun https://twitter.com/tjhinfar

Dukungan yang sama diberikan akun https://twitter.com/Alfiansyahfahri ‘Masyarakat meminta polri untuk telusuri motif aliran dana lintas negara ke rekening FPI,, dan segera di publikasikan agar masyarakat tau kejahatan mereka’ tulisnya. (prb/mediakita.co)