Musim Kemarau dan Menguatnya Dolar, Picu Kenaikan Harga Pangan
Musim Kemarau dan Menguatnya Dolar, Picu Kenaikan Harga Pangan

Pekalongan, Mediakita.co – Akibat musim kemarau yang panjang ditahun ini, dan ditambah menguatnya dolar amerika (USD) terhadap nilai tukar rupiah, menjadi daya dorong kenaikan harga pangan di Kota Pekalongan.

Menurut penuturan  Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Menengah (Disperindagkop dan UMKM), Supriono, kenakan angan memang tdak dapat dipungkiri imbas dari dua paceklk musim panas dan dolar yang menguat.

“Dua fenomena itu (paceklik dan naiknya dolar,red) sudah pasti mas. Dua fenomena itu merupakan faktor pendorong naiknya harga pangan,” ungkapnya.

Supriono memaparkan, bukan hanya pangan seperti beras, cabai, daging dan telur, komoditas lain seperti kedelai dan bawang putih yang didatangkan secara impor juga akan mengalami kenaikan harga.
Sisi lain juga kemarau panjang yang menjadikan langkanya barang. Seperti harga beras dan cabai. Harga daging ayam, telur dan daging sapi juga masih belum stabil atau di atas harga normal. “Kalau dalam hukum ekonomi ‘suplay and semand’ berlaku,” ujarnya.

ajibpol

BACA JUGA :
Pejagalan Fair Mati Suri, Kini Hidup Kembali
Kali Bremo Momok di Musim Penghujan
Misteri Kali Bacin dan Kekuatan Gaib Patih Sampun, Selalu Megar Sendiri Hanya Semalam

BACA JUGA :  Pejagalan Fair Mati Suri, Kini Hidup kembali

hal tersebut jelas terlihat di pasar grogolan Kota Pekalongan, harga beras naik mulai dari Rp 400 hingga Rp 600 per kilogram (kg). Untuk harga cabai yang sebelumnya Rp 19 ribu/kg naik menjadi Rp 21 ribu/kg. Sedangkan cabai rawit yang sebelumnya Rp 29 ribu/kg naik menjadi Rp 34 ribu/kg.

Seorang pedagang sembako, Milati (39) mengatakan, kenaikan harga beras sudah terjadi sejak nilai tukar rupiah dikabarkan terus melemah terhadap dolar amerika. “Lihat di tivi itu sudah sampai Rp 14 ribu berapa gitu,” ujarnya.

Kemarau panjang di beberapa wilayah penghasil padi, kata dia, juga memicu naiknya harga beras di pasaran. Untuk beras super, saat ini mencapai harga Rp 9.500/kg sampai Rp 10.200/kg.
Begitu juga harga telur yang kini berada pada kisaran Rp 21 ribu/kg. Dengan harga normal di bawah Rp 20 ribu/kg. “Dari agen alasannya juga sama, Mas. Karena dolar naik dan musim kemarau,” imbuhnya.

Hal itu juga terjadi di pasar Podosugih. Untuk harga daging sapi yang normalnya di bawah Rp 90 ribu/kg, kini masih bertahan di atas Rp 100 ribu/kg. Sedangkan harga daging ayam potong masih naik turun di kisaran Rp 22 ribu/kg.

BACA JUGA :  Dolar AS Menguat, Pengusaha Kerupuk Mlempem

(MK 014)