Dolar Menguat Ribuan Karyawan Kab. Pekalongan di PHK
Di tahun 2015 ini, ribuan karyawan di Kabupaten Pekalongan di-PHK oleh perusahaan. Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah, semakin menekan perkembangan dunia industri di Indonesia.

Pekalongan, Mediakita.co- Di tahun 2015 ini, ribuan karyawan di Kabupaten Pekalongan di-PHK oleh perusahaan. Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah, semakin menekan perkembangan dunia industri di Indonesia. Hal ini membuat gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan terjadi dimana-mana, termasuk di Kabupaten Pekalongan.

Hal tersebut diutarakan Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Pekalongan, Ali Soleh . Ia mengatakan, untuk anggota SPN sendiri yang di-PHK pada tahun ini mencapai hampir seribu orang. Sementara, jika ditotal, tentu sudah mencapai ribuan buruh yang diberhentikan kerja oleh perusahaan.

“Ancaman PHK semakin mendekati para buruh, khususnya di Kabupaten Pekalongan. Jika dibanding tahun lalu, PHK tidak sampai angka 200 karyawan, tapi tahun ini sudah mencapai seribu lebih. Ini sangat luar biasa mengerikan,” ujar Ali.

BACA JUGA :
Cinta, Tobat dan Ajal Dibalik Lafal Mistis Angka Jawa
PL Mesum Di Kosan, Digerebek
Jual Popok Kain Bayi dan Anak

Berdasarkan catatan yang ia miliki, di PT Panamtex, baru-baru ini mem-PHK karyawan sebanyak 430 orang, PT Dutatex 200 orang (anggota SPN), dan PT Sandi Pratama 70 orang karyawan. Kini mereka tidak lagi kerja di perusahaannya setelah diputus hubungan oleh pihak industri.

BACA JUGA :  Ganjar : 1.350 Buruh di Jateng Kena PHK, Kebijakan Menakertrans Jangan Main-Main

“Arus PHK ini luar biasa dibanding tahun sebelumnya,” tambahnya.

Menurutnya, hal ini diakibatkan karena melemahnya ekonomi nasional menyusul menguatnya mata uang dolar Amerika terhadap rupiah. Dampak tersebut tidak hanya berimbas pada managemen perusahaan, tapi juga kondisi buruh yang semakin tertekan dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokok.

“Bahkan, kondisi ini membuat beberapa perusahaan ada yang sampai belum beroperasi pasca Lebaran kemarin. Sementara, untuk buruh, selain ancaman PHK di depan mata, mereka juga semakin tertekan dengan biaya hidup yang semakin tinggi,” jelas Ali.

ia menambahkan, untuk mengantisipasi ancaman PHK besar-besaran, pihaknya akan melakukan audiensi dengan Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Pekalongan. “Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan langkah. Mulai dari audiensi dengan Pemkab Pekalongan, DPRD hingga Kementrian. Agar angka PHK bisa ditekan menyusul melemahnya rupiah terhadap dolar AS ini,” Pungkasnya.

(MK 016)