Negara Tak Berdaya Hadapi Teroris di Poso? Lagi 4 Warga Digorok Hingga Tewas, Begini Kronologinya..
Warga Tewas Digorok Teroris (Foto:Kumparan)

POSO, mediakita.co – Sudah sekian lama kelompok teroris Poso melancarkan aksinya tanpa bisa dituntas oleh aparat. Sepertinya negara tak berdaya menghadapi para penjahat kemanusiaan tersebut.

Baru saja beberapa bulan lalu, para teroris tersebut membantai anggota Jemaat Bala Keselamatan, kini 4 orang lagi digorok para teroris tersebut.

Bagaimana peristiwa itu terjadi? Berikut kronologinya berdasarkan pesan yang viral di media sosial.

Pada hari Selasa, tanggal 11 Mei 2021, pukul 09.00 Wita telah terjadi pemunculan disertai pembunuhan oleh Pok OTK @Qatar bersama 4 Orang kelompoknya di pegunungan Pohu Desa Kalimago Kec. Lore Timur Kab. Poso di Co. 13860-31991 di mana ada 2 orang korban warga Desa Kalimago.

Ada pun Identitas Korban TKP 1 Sbb:

  1. Nama  : Marten Solo

Umur    : 52 Thn

Agama : Kristen

Suku     : Toraja

  1. Nama   : Simson Susa (Nenek Uban)

Umur     : 61 Thn

Kristen  : Kristen

Suku      : Toraja

Ada punKronologi Kejadian.

Pada hari Selasa, 11 Mei 2021, Pukul 70.00 Wita Sdr. Kila 25 thn, agama Kristen, suku Toraja, alamat Desa Kalimago berangkat ke kebun, sebelum sampai ke kebunnya, Sdr. Kila melihat OTK dipimpin @ Qatar bersama 4 orang mengarah ke kebun Sdr. Kila, karena Sdr. Kila hapal betul dengan wajah @Qatar maka iya langsung melarikan diri, kemudian sempat singgah di Pondok Nene Uban dan Papa Dewi untuk mengajak Lari, namun dijawab tidak usah lari itu bukan OTK itu palingan anggota,

Sekitar Pukul 09.00 Wita Sdr. Kila sampai di Desa Kalimago, lagsung menyampaikan kepada warga kemudian warga langsung menghubungi Sdr. Imbing (teman Serka Sukardi) Kemudian Srk Sukardi merapat ke TKP dan menghubungi Satgas yang ada di Wilayah Napu.7

Sekitar Pukul 10.00 Wita Serka Sukardi ditemani warga merapat ke TKP di Perengan sebelah kebun korban terdapat satu motor Vega R milik Sdr. Kila yang sempat mau dibakar oleh OTK.

Sekitar Pukul 11.00 Wita Anggota Densus 88 dua orang, bersama satu orang Polsek Napu didampingi warga mengecek Pondok milik Sdr. Marten Solo dan mendapati Korban Sdr. Marten Solo dengan luka kepala terpisah dengan badan di Dalam pondok, dan Sdr. Simson Susa dengan luka digorok di leher tidak putus berada di depan Pondok.

Sekitar pukul 11.20 Wita Pasukan gabungan tiba di TKP dan masuk menutup jalan yang diperkirakan dilewati OTK.

Pukul 13.40 Wita Heli Caracal tiba di TKP untuk mengevakuasi Korban di Perkebunan Puho Pondok Sdr. Simson Susa

Pukul 13.45 Wita Proses evakuasi Korban selesai menuju lapangan bola Desa Kalimago. Pukul 13:47 Wita Proses evakuasi korban selesai. Pukul 14.00 Wita Anggota Gabungan melakukan penyisiran di sungai di sekitaran Perkebunan Pohu.

Pada pukul 15.00 Wita di Pegunungan Petiroa Desa Kalimago Kec. Lore Timur Kab. Poso dengan CO. 14166- 33063 terdapat Korban 2 orang di mana jarak dari TKP pertama dengan TKP kedua sekitar -+ 2 KM

Ada pun Identitas Korban TKP ke-2 sbb:

  1. Nama  : Paulus Papa

Umur    : 42 Thn

Agama : Kristen

Suku     : Toraja

 

  1. Nama   : Lukas Lesek

Umur     : 50 Thn

Agama  : Kristen

Suku       : Toraja

Menurut Keluarga Korban di Pondok Sdr. Marten Solo ada uang tunai sebesar Rp. 5.000.000 hilang dan diperkirakan diambil Oleh OTK.

Untuk Sdr. Paulus Papa Sudah bermalam di Pondok kebunnya satu malam.

Untuk Sdr. Lukas Lesek sekitar Pukul 07.00 Wita berangkat dari rumahnya menuju kebun di pegunungan Patiroa

Untuk Sdr. Paulus Papa terbunuh di Pondoknya, sedangkan Sdr. Lukas Lesek di lokasi kebun yang masih terlihat ada mesin pemotong rumput di samping korban.

Pada pukul 14.30 Wita warga Desa Kalimago a.n Sdr. Paulus Papotoan didampingi Satgas yang masih keluarganya yang berada di kebun belum juga pulang sehingga mengajak Anggota Satgas untuk mengecek Di kebun Sdr. Paulus Papa dan Sdr. Lukas Lesek.

Pada pukul 15.00 Wita Satu Orang warga menyampaikan kepada petugas yang masih berjaga di TKP pertama bahwa ada Warga yang terbunuh di Pegunugan Patiroa. (Prb/mediakita.co)

BACA JUGA :  Harga Gabah Terjun Bebas, Petani Seperti Sudah Jatuh Tertimpa Tangga