PEMALANG, mediakita.co- Pemetintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang bakal menggencarkan pembangunan ruang-ruang publik bagi masyarakat, Jumat (12/12/2025).
Masifnya ruang publik itu sejalan dengan konsep Slow Living yang dianut Bupati Anom Widiyantoro.
Bupati ingin, agar Pemalang menjadi daerah yang bisa menerapkan Slow Living.
“Kita ingin Pemalang yang Slow Living. Membuat warganya senang dan betah tinggal di Pemalang,” ujarnya.
Apa itu Slow Living?
Secara umum, Slow Living dapat diartikan gaya hidup yang berfokus pada kesadaran, kesederhanaan, dan kualitas daripada kuantitas, yaitu melambatkan ritme kehidupan agar lebih menikmati setiap momen, menghargai proses, dan menemukan keseimbangan antara kesibukan dan istirahat, bukan bermalas-malasan.
Slow Living saat ini digandrungi, karena merespon kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, dengan orang-orang mencari makna, ketenangan, dan keseimbangan dengan fokus pada hal-hal esensial seperti mindfulness, hubungan berkualitas, dan kesederhanaan, dengan popularitasnya meningkat pasca-pandemi di kalangan Gen Z dan pencari ketenangan.
Dimulai dari City Walk
Salah satu ruang publik yang pembangunannya selesai dan bisa dimanfaatkan warga adalah City Walk.
“(City Walk) Ini langkah awal kita, sebelum nantinya akan memperbanyak titik-titik ruang publik baru,” kata bupati.
Rencananya, penataan perkotaan tidak selesai hanya membangun City Walk, tetapi dilanjutkan pada hal lain.
“Nanti kita teruskan, Alun-Alun Pemalang kita perbaiki. Kemudian trotoar juga masuk, bertahap kita perbaiki, supaya apik lah ini Pemalang,” bebernya.
Infrastruktur Jalan Tetap Diprioritaskan
Namun demikian, urusan infrastruktur jalan menjadi hal utama yang saat ini Pemkab Pemalang kerjakan.
“Yang paling penting itu, membangun jalan, sebab belum tersentuh semua,” pungkasnya.
Oleh: Arief Syaefudin











