Perlukah PSBB Diterapkan di Kota Semarang? Ini Penjelasan Walikota Semarang Hendrar Prihadi
Hendrar Prihadi - Walikota Semarang

SEMARANG, mediakita.co – Kasus positif Covid 19 di Kota Semarang setiap hari mengalami peningkatan. Dilansir  dari https://siagacorona.semarangkota.go.id/halaman/odppdpv2 tercatat ada 128 orang yang positif covid 19, 212 orang yang masih menunggu hasil pemeriksaan, 42 orang yang dinyatakan sembuh dan 24 meninggal dunia.

Hingga kini Walikota Kota Semarang menyampaikan bahwa pihaknya belum mengajukan PSBB ke Gubernur Jateng. Ia baru mengusulkan jika akan menerapkan PSBB di Semarang harus melibatkan wilayah sekitar seperti Kendal dan Demak.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan bahwa penerapan PSBB di Kota Semarang sebenarnya bukan sesuatu yang mengkhawatirkan namun perlu perhitungan yang matang.

https://twitter.com/hendrarprihadi/status/1252617398881972224?s=20

Menurutnya dampak pemberlakuan PSBB di Semarang bukan hanya untuk warga Semarang tetapi juga warga daerah lain yang berbatasan dengan Kota Semarang. Hendi menyampaikan bahwa ribuan orang dari luar Kota Semarang yang bekerja di Kota Semarang karena jika PSBB diberlakukan di Kota Semarang maka mereka akan menanggung dampaknya.

‘Bukan sesuatu yang mengkhawatirkan tetapi ada sisi – sisi lain yang perlu dihitung. Satu adalah bagaimana kita memperhitungkan dampak ekonomi bukan hanya untuk warga Semarang tetapi juga warga di luar Semarang, karena mereka ini cukup banyak bahkan ribuan, mungkin puluhan ribu yang sehari – harinya bekerja di Semarang, kalau kita tutup atau stop apa yang kira – kira mereka bisa lakukan’ Tutur Handi Seperti dilansir dari Channel Youtube pribadinya.

BACA JUGA :  Ini Misteri Baju NU Dibalik Kebakaran Rumah Warga Di Moga Pemalang

Selain itu warga di Kota Semarang juga akan terkena dampak negatifnya. Menurut Hendi tidak semua warga di Kota Semarang yang memiliki persediaan cukup untuk untuk kebutuhan sehari – hari jika tidak bekerja.

‘Kalau kita bagi lebih simple keluarga yang punya tabungan dan tidak punya tabungan. Bagi mereka yang punya tabungan, beres, tak akan susah belanja bahan – bahan pokok tetapi bagaimana dengan mereka yang tidak punya tabungan, jumlahnya berapa, itu juga perlu kita perhitungkan’ tutur Hendi lagi.

Hal lain yang jadi pertimbangan adalah efektifitas penerapan PSBB itu sendiri dalam sebuah wilayah. Menurut Hendi jika interline  dari daerah lain tidak diberlakukan PSBB maka penerapan PSBB di Kota Semarang tidak akan efektif.

‘Yang tak kalah penting adalah persoalan – persoalan yang menyangkut efektifitas PSBB dalam suatu wilayah. Kalau kemudian interlinenya mereka juga ikut PSBB artinya Semarang Raya atau Kedungsepur , oke tidak ada masalah. Tapi kalau hanya PSBB lokal Semarang saja, interlinenya tidak diberlakukan PSBB, sampai seberapa lama kekuatan ini’ ucap Hendi lagi.

BACA JUGA :  Berikut Daftar 45 Inovasi Pelayanan Publik Terbaik Indonesia

Hendi menyampaikan bahwa penerapan PSBB di Kota Semarang bukan persoalan mau atau tidak mau tetapi perlu pertimbangan dan perhitungan serta pengkajian yang matang sehingga kebijakan yang diambil benar – benar efektif menurunkan covid 19.

‘Ini bukan mau atau tidak mau tetapi kita sedang melakukan perhitungan, pengkajian mudah – mudahan hasilnya adalah sebuah kebijakan yang bisa mampu menurunkan covid 19 di Kota Semarang’ kata Hendi.